Gugur Seleksi PPPK Nakes, 16 Orang Mengadu ke DPRD Tator
Welem mengatakan bahwa tugas anggota dewan mencari solusi 16 orang Tenaga Kesehatan yang tereliminasi PPPK.
TOTOR, PEDOMANMEDIA - Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi menerima pengaduan delapan tenaga kesehatan yang gugur dalam seleksi PPPK, Kamis (19/1/2023). Para nakes ini mempertanyakan mekanisme seleksi PPPK yang dinilai bermasalah.
Saat menerima aspirasi calon PPPK, Welem didampingi Wakil Ketua Yohanis Lintin Paembongan, dan tiga anggota Dewan lainnya. Mereka yakni, Andareas Tangdirerung, Yariana Somalinggi, dan Kristian Talebong.
Menurut Welem, banyak fenomena yang dibahas terkait seleksi PPPK Tenaga Kesehatan. Salah satunya yang dipertanyakan peserta seleksi adalah sangat berbelit yang harus dipenuhi.
"Syarat itu memberatkan peserta. Sehingga banyak yang gugur. Padahal mereka berharap PPPK ini mereka bisa mengubah nasib dari honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," ujar Welem.
Ia merinci, menjadi tanda tanya setelah lulus di pengumuman pertama tes CAT pada tanggal 8-9 Desember 2022 di Makassar, lalu dikeluarkan oleh BAKN. Di pengumuman kedua tanggal 17 Januari 2023 mereka tereliminasi lantaran nilai tes berkurang setelah dijumlahkan nilai afirmasi kategori disabilitas, faskes kategori terpencil, umur dan melamar pada faskes tempat bekerja.
Welem mengatakan bahwa tugas anggota dewan mencari solusi 16 orang Tenaga Kesehatan yang tereliminasi PPPK. Welem berjanji akan mempertanyakannya ke kementerian terkait di Jakarta.
"Sepanjang tidak ada pelanggaran meskipun dinyatakan gugur kali ini, paling tidak pada formasi tahun berikutnya jurusan atau tenaga spesifikasi diberikan peluang formasi," ucap Welem.
BKPSDM Tana Toraja diharapkan dapat memfasilitasi dan memperjuangkan tenaga honor daerah yang tertunda dan berubah status jadi PPPK, meskipun diketahui semua proses seleksi melalui aplikasi.
"Untuk diketahui bahwa formasi PPPK Kabupaten Tana Toraja Tahun 2022 lalu terbuka kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Tenaga Guru. Pendaftar PPPK Tenaga Kesehatan ada 400 lebih, sementara yang akan diterima sebanyak 200 orang, demikian pula formasi PPPK Tenaga Guru yang dibutuhkan sebanyak 477 orang, sedangkan pendaftar hanya 400 orang," tutup Welem.
