BANTAENG, PEDOMAN MEDIA - Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) Bantaeng menyebut Dinas Pertanian (Distan) Bantaeng melakukan pembohongan publik. Distan sengaja melakukan pembodohan kepada masyarakat dengan membuat opini yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta.
"Jangan bohongi publik demi mendapatkan pujian, tapi raihlah pujian itu dengan cara memberikan solusi atau gagasan yang bisa menyelamatkan petani dari kekurangan jatah pupuk subsidi," kata Ketua FP2BT Jamal
Kata dia, permasalahan petani yang harus diselesaikan adalah menghadirkan pupuk bersubsidi sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat.
"Karena sejauh ini masyarakat menggunakan pupuk non subsidi yang harganya sangat fantastik, otomatis akan berpengaruh dari keuntungan hasil pertanian," katanya.
Namun sebaliknya, kata Jamal, justru Distan telah mengeluarkan statemen bahwa hasil pertanian sepanjang tahun 2020 telah mengalami peningkatan besar dibanding pada tahun sebelumnya.
"Inikan tidak memberi solusi, malah menambah masalah dengan cara berbohong ke publik," pungkasnya
Diketahui sebelumnya, Distan telah mengeluarkan pernyataan di sejumlah media sosial bahwa hasil pertanian mengalami peningkatan sebesar 3,22 persen sepanjang tahun 2020
Dengan rincian rata-rata lahan pertanian di Bantaeng bisa memproduksi 52,40 kwintal padi per hektare pada tahun 2020, sementara tahun 20 produksi pertanian di Bantaeng hanya berada pada angka 50,76 per hektare.
Dikatakan bahwa dari hasil peningkatan produksi pertanian tersebut telah membantah isu kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di Bantaeng selama ini.
"Pernyataan itulah sangat berbanding terbalik dengan kenyataan sejauh ini di lapangan," tutup Jamal