Senin, 03 Mei 2021 18:40

Pertanian di Bantaeng Anjlok, Pemerintah Jangan Tutup Mata

FPR Bantaeng saat melakukan rapat dengan Pemkab Bantaeng.
FPR Bantaeng saat melakukan rapat dengan Pemkab Bantaeng.

Masalah ini sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah dan meminta pemerintah untuk melakukan penelitian di lapangan.

BANTAENG, PEDOMAN MEDIA - Tak Berujung, Sektor pertanian di Bantaeng sejauh ini masih menuai sorotan. Forum Pemerhati Rakyat (FPR) Bantaeng meminta pemerintah melakukan penelitian terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

Ketua FPR Ahmad Pasallo mengatakan bahwa permasalah yang dialami masyarakat saat ini tak akan berujung jika pemerintah hanya diam dan tidak memberikan solusi.

Selain kelangkaan pupuk yang selama ini telah dikeluhkan oleh masyarakat petani, kini masyarakat telah dihadapkan dengan masalah anjloknya harga hasil produksi pertanian, sementara harga kebutuhan pokok petani semakin mahal.

Baca Juga

"Contoh misalnya, racun rumput Gramaxone tahun 2020 harga hanya Rp65 ribu sekarang naik menjadi Rp70 ribu, sementara harga hasil produksi pertanian semakin menurun, seperti Kopi Arabika yang hingga saat ini tidak memiliki ketetapan harga," katanya.

Padahal, kata Ahmad, masalah ini sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah dan meminta pemerintah untuk melakukan penelitian di lapangan.

"Jika pemerintah memang berpihak kepada masyarakat maka pemerintah harusnya tidak menutup mata, dan segera memberikan jawaban atas permasalahan di tengah masyarakat petani," tambahnya.

"Apalagi saat sekarang ini kita semua telah diperhadapkan dengan situasi yang rumit yakni pandemi Covid-19," pungkasnya.

Penulis : Syamsuddin
Editor : Jusrianto
#Pemkab Bantaeng #FPR Bantaeng #Dinas Pertanian Bantaeng
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer