Tambang Galian C di Tallunglipu Torut Terindikasi Melanggar, Disebut Milik Ombas
Untuk saat ini masih sulit mengambil kebijakan soal tindakan konkret di lapangan. Sebab belum ada perintah penertiban
TORUT, PEDOMANMEDIA - Tambang galian C di Lampan, Lembang Buntu Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara terindikasi melakukan banyak pelanggaran operasional. Tambang ini diduga milik Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang.
"Iya benar di sana ada perataan tanah, kemudian tanahnya diambil orang untuk dijadikan timbunan. Namun mereka membelinya sampai puluhan ribu rupiah per mobil," kata Kepala Bidang Penataaan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Perkim LH Tan Toraja Utara , Kamis (16/2/2023).
Menurut Yuliana, dari hasil penelitian pihaknya, di sana terjadi banyak pelanggaran. Mulai dari teknis operasional penambangannya sampai dokumen.
"Ada pelanggarannya karena mengubah penataan alam. Harusnya itu ada dokumen perencanaannya bagaimana pekerjaan yang harus dilakukan," terang Yuliana.
Diakuinya, untuk saat ini pihaknya masih sulit mengambil kebijakan soal tindakan konkret di lapangan. Sebab sejauh ini belum ada perintah penertiban dari kepala dinas.
"Bukan saya yang pengambil kebijakan. Kalau ada perintah dari pak kadis untuk turun ke lapangan pasti kami turun tertibkan. Kami tunggu saja pak perintah. Apalagi yang punya kan pimpinan jadi agak susah kami ke sana," bebernya.
Yuliana tak menampik jika tambang itu milik Bupati Yohanis Bassang atau Ombas.
"Iya pak (milik Ombas)," jelasnya.
Sementara itu salah seorang warga di lokasi tambang mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ini telah berlangsung lama.
"Ini sudah lama berlangsung. Dulu waktu perataan tanah rumahnya yang sekarang sudah jadi rujab galian tanahnya di jual keluar. Sekarang ada lagi di sana itu galian C. Yang dijual di sana tanah sama batu gunung," katanya.
Tak hanya itu warga juga merasa resah. Pasalnya kendaraan yang mengangkut meterial merusak lingkungan sekitar.
Saat musim hujan, jalanan menjadi licin dan dipenuhi material lumpur. Dalam sehari, kendaraan yang keluar masuk sangat aktif..
"Di sini pada saat musim hujan becek sekali karena kendaraan keluar masuk. Kemudian tanahnya sebagian jatuh dan membahayakan pengendara serta pengguna jalan," bebernya.
