TATOR, PEDOMANMEDIA – Wakil Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengatakan, tantangan penganggaran saat ini sangat besar. APBD mengalami tekanan-tekanan yang luar biasa akibat inflasi yang berimbas luas.
“APBD Kabupaten Tana Toraja mengalami tekanan-tekanan yang luar biasa. Ada beberapa hal yang menyebabkan APBD kita sangat berkontraksi dengan tekanan yang luar biasa, terutama pengaruh inflasi. Kita harus hati-hati dengan ini,” ujar Zadrak saat membuka musrenbang Kecamatan Masanda, Kamis (16/02/2023).
Menurut Zadrak, pengaruh inflasi meluas ke berbagai aspek. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat hingga kenaikan harga pangan. Dan ini meluas ke seluruh daerah di Tanah Air.
Dikatakan Zadrak, efek inflasi paling mendasar adalah kelangkaan pangan. Artinya jika ini terjadi masyarakat akan kesulitan membeli berbagai kebutuhan pangan.
"Bayangkan, saat inflasi benar benar terjadi, kita akan susah beli tomat, beras, ikan dan lain-lain sebagainya. Dan itu sangat-sangat berbahaya," jelasnya.
Zadrak mengatakan ia sangat bersyukur program menekan laju inflasi telah digalakkan sejak tahun 2021. Di antaranya warga didorong memanfaatkan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan.
“Program kita sejak tahun 2021 memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita, ini sebenarnya adalah salah satu benteng pertahanan kita supaya kita tidak terkena Inflasi,” ucap Zadrak.
Karena itu Zadrak meminta masyarakat memulai program swasembada pangan ini, meski dimulai dari gerakan-gerakan kecil seperti menanam di pekarangan rumah. Setidaknya lanjut dia, setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
Penulis : Nober Salamba.
BERITA TERKAIT
-
Lusa, Laksus Laporkan Dugaan Mark-up Pengadaan Internet Pemkab Tator ke Polda Sulsel
-
Program MBG Belum Merata di Tator, Bupati Zadrak Salahkan Investor
-
THR, TPG dan Gaji Ke-13 Guru di Tana Toraja Belum Cair, Nunggak Rp15 M
-
Cakupan JKN 99,42%, Pemkab Tana Toraja Raih Penghargaan UHC 2026
-
Lelang Jabatan, 25 ASN Pemkab Tator Berebut 8 Kursi Kepala OPD