Buntut Pengakuan Tersangka Narkoba Dibekingi Polisi, Kasat Polres Torut Diperiksa BNN
Staf BNN membenarkan ada agenda pemeriksaan terhadap AKP Syahrul terkait beredarnya rekaman video pengakuan tersangka narkoba yang dibekingi Polres.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Tator Natalia Dewi Tonglo memanggil Kasat Narkoba Polres Toraja Utara AKP Syahrul usai beredarnya rekaman video tersangka narkoba yang mengaku dibekingi polisi. AKP Syahrul dipanggil pagi tadi.
Kabarnya, AKP Syahrul diperiksa untuk dimintai klarifikasi atas pengakuan dalam rekaman video yang sempat viral itu. Pertemuan turut dihadiri Propam Polres Toraja Utara.
Hanya saja, pemeriksaan berlangsung tertutup. Awak media dilarang mendekati ruangan pemeriksaan.
"Jadi begini pak sesuai dengan prosedur di sini kami dilarang mempertemukan ibu dengan awak media kalau belum ada janjian," ujar seorang petugas BNN sembari menutup pintu ruangan tempat Syahrul diperiksa.
Sementara itu salah satu staf BNN yang ditemui membenarkan ada agenda pemeriksaan terhadap AKP Syahrul terkait beredarnya rekaman video pengakuan tersangka narkoba yang dibekingi Polres.
"Ibu sementara periksa kasat narkoba dari Torut jangan di ganggu dulu ya," kata.
Sementara itu Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso yang dihubungi melalui sambungan seluler miliknya enggan merespons. PEDOMANMEDIA sudah berusaha menghubungi melalui WhatsApp amun tidak ada jawaban.
Dari pantauan PEDOMANMEDIA, di kantor BNN ada 3 polisi yang mengawal AKP Syahrul. Satu menggunakan seragam Propam dan dua lainnya menggunakan kemeja warna putih.
Sebelumnya sebuah rekaman video memperlihatkan Kepala BBN Tana Toraja Natalia Dewi Tonglo menghalangi seorang tersangka narkoba saat hendak berbicara mengenai aksi mereka yang dibekingi aparat. Video viral itu terjadi di salah satu sesi konferensi pers.
Tampak dalam video tersebut, empat orang tersangka kasus narkoba berdiri membelakangi Natalia Dewi Tonglo yang tengah memberi keterangan pers. Saat sedang berbicara, tiba tiba salah seorang dari tersangka mengacungkan tangan dan memohon agar diberi kesempatan berbicara.
"Bisa saya bicara sedikit, bu?," ucap tersangka sambil membalikkan badan ke arah Natalia.
Natalia lalu merespons tersangka. Ia mempersilakannya untuk bicara.
"Iya," ujar Natalia.
Kemudian pelaku mulai berbicara.
"Kami berani begini bu karena kami dilindungi dari bawah. Polres," ucapnya.
Sayangnya, saat hendak melanjutkan ucapannya, Natalia segera menghentikannya. Ia mengangkat tangan memberikan kode kepada pelaku untuk tidak berbicara lagi.
