Jusrianto : Jumat, 11 September 2020 00:53
Bupati Torut Kalatiku saat meletakkan batu pertama pembangunan jembatan.

TORUT, PEDOMANMEDIA – Bupati Torut Kalatiku Paembonan melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Sangkona, Lembang Ulusalu, Kecamatan Sa’dan, Jum’at (11/9/2020).

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala BPBD Alexander Tappang, Kepala Bapenda Alexander Limbong Tiku, Sekretaris Diskominfo-SP Anugrah Y Rundupadang, Camat Sa’dan Panggau Ponglabba, Kepala Lembang Ulusalu Hendra Gunawan, dan beberapa rombongan lainnya.

Kepala BPBD Torut Alexander Tappang mengatakan jembatan ini nantinya akan menggerakkan kembali perekonomian warga.

"Harapannya jembatan ini cepat rampung dan warga kembali bisa beraktifitas seperti biasanya," harapnya.

Kalatiku mengatakan, dirinya datang untuk memastikan kepada rakyat di Lembang Ulusalu terutama yang di kawasan Salu Sangkona bahwa tahun ini juga jembatan itu akan segera dibangun.

“Sebuah upaya yang luar biasa kita lakukan tahun lalu bagaimana meyakinkan pemerintah pusat bahwa Salu Sangkona jembatannya rusak. Karena itu akan menggerakkan perekonomian di seluruh kawasan Sa’dan bagian utara,” katanya.

Kalatiku menyebutkan bahwa jembatan tersebut akan meningkatkan perkembangan perekonomian perkebunan dan pertanian rakyat.

“Kegiatan-kegiatan hortikultura yang begitu pesat dengan tingkat kesuburan tanah di sini itu selama ini sangat membutuhkan dan menginginkan terbangunnya jembatan ini agar hasil pertanian bisa dijual dipasaran,” ujarnya.

Kalatiku membeberkan bahwa penganggaran jembatan yang bersentuhan dengan kebutuhan rakyat itu sebesar Rp3 miliar.

“Anggaran yang akan digelontorkan sesuai dengan perjuangan kami yang lalu di Jakarta dari rekonstruksi rehabilitasi itu sebanyak 3 miliar dan angka 3 miliar itu kami lihat sebagai sebagai suatu angka yang satu logistik untuk menyelesaikan jembatan ini,” bebernya.

Sementara itu, Hendra menjelaskan bahwa di jembatan tersebut pernah dibangun jembatan namun telah terbawa arus longsor.

“Disini dulu pertama-tama kami bangun jembatan bambu seperti ini, kemudian lewat perhatian pemerintah dibangun jembatan tapi kurang lebih 4 bulan terjadi longsor sehingga jembatan ini terbawa arus dan mengakibatkan roda perekonomian di sini habis,” tuturnya.