IMB-Amdal Lalin Bermasalah, Pemkab Torut Segel Sejahtera Mart
Kadis Perhubungan Toraja Utara, Paris Salu menyebut, Sejahtera Mart punya masalah di dokumen amdal lalin.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Sejahtera Mart, salah satu ritel modern di Rantepao disegel Pemkab Toraja Utara karena tidak memiliki dokumen perizinan. Penghentian operasional dilakukan setelah razia gabungan yang melibatkan Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, PTSP, dan Dinas PU Kabupaten Tana Toraja.
Razia juga Komisi III DPRD Torut. Hasil sidak itu, Sejahtera Mart harus ditutup oleh pemerintah daerah karena dokumen mereka tidak lengkap. Selain itu, IMB dan amdal lalin juga bermasalah.
Diketahui, memang letak bangunan Sejahtera Mart tersebut kerap dikeluhkan pejalan kaki dan pengendara. Sebab bahu jalan di depan toko tersebut dijadikan lahan parkir dan sering menimbulkan kemacetan.
Kepala Satpol PP Toraja Utara, Rianto Yusuf mengakui bahwa pihaknya telah menutup Sejahtera Mart per 23 Juni 2026.
"Benar, hari ini kami diperintahkan untuk tutup Sejahtera Mart," kata Rianto Yusuf via handphone, (23/6).
Ironisnya, berdasarkan pantauan PEDOMANMEDIA, Sejahtera Mart kembali buka sekitar pukul 16.00 Wita ini (23/6) tanpa sepengetahuan Kasatpol PP.
"Masak dibuka? Kami cek dulu ya," ujar Rianto.
Hal yang sama disampaikan oleh Kadis Perhubungan Toraja Utara, Paris Salu. Menurutnya, Sejahtera Mart punya masalah di dokumen amdal lalin.
"Yang kami temukan di situ soal amdal lalin. Tidak punya parkiran. Ada parkiran tapi dijadikan gudang di bawah tanah," ungkap Paris Salu.
Dikatakannya, sidak tersebut dilakukan berdasarkan tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pemerintah daerah dengan Komisi III DPRD Kabupaten Toraja Utara. Paris pun mengakui bahwa bangunan dan usaha yang ada di Toraja Utara, bukan hanya Sejahtera Mart yang bermasalah terkait kelengkapan dokumen usaha.
"Bukan hanya Sejahtera Mart. Masih banyak bangunan dan usaha yang bermasalah di Toraja Utara. Ini terungkap di RDP Komisi III," jelas Paris.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Toraja Utara, Julianto Mapaliey memilih bungkam saat dikonfirmasi. Whatsapp wartawan hanya dibaca dengan tanda centang biru. Ditelepon pun tak direspons.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
