NABIRE, PEDOMANMEDIA - Massa pendukung Paslon nomor urut 1 Yunifia Mote-Muhammad Darwi menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk tuntutan untuk membatalkan hasil pleno di Distrik Menou dan Dipa di jalan Meriam Nabire Papua. Mereka mendesak KPU Nabire dan Bawaslu untuk tidak mengakomodir suara di Dipa dan Menou.
"Proses demokrasi di Dipa dan Menou tidak dilaksanakan sesuai dengan proses tahapan namun dimonopoli sepihak dan penuh dengan syarat kepentingan yang tidak demokrasi," tegas salah seorang massa aksi.
"Proses sistem noken juga tidak dilaksanakan. Tidak ada musyawarah dan mufakat bersama untuk dilakukan sistim noken," tuturnya.
Situasi pleno dalam pengamanan ketat aparat keamanan. Warga sulit masuk ke ruang pleno KPU Nabire
Sementara itu, pendukung Paslon nomor urut 2 Mesak Magai dan Ismael Jamayudin menggelar konvoi di jalan raya Wonorejo menuju ke arah KPU. Pendukung Paslon nomor urut 2 tumpangi sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.
Selain itu, Paslon nomor urut 3 Fransiskus Mote-Tabroni M Cahya tidak melakukan demo dan gerakan lain namun hanya bersedih untuk mengikuti proses rekapitulasi.
BERITA TERKAIT
-
2 Pelaku Money Politics yang OTT di Pilkada Nabire Diancam 12 dan 24 Bulan Penjara
-
Tim Paslon Frans-Bro Desak Kasus OTT di Pilkada Nabire Segera Dituntaskan
-
Alasan Puluhan Kepala Suku Desak Pilkada Ulang di Nabire: Kecurangan Masif
-
Forum Masyarakat Adat dan Nusantara Desak Pilkada Nabire Diulang
-
Dinilai Banyak Kecurangan, Paslon Nomor 3 Pilkada Nabire Bakal Mengadu ke MK