TORUT, PEDOMANMEDIA - Masyarakat tengah menghadapi serangan gelombang kedua pandemi Corona. Di Toraja Utara, pemerintah daerah menerapkan protokol kesehatan ketat demi menekan angka penyebaran virus yang diprediksi lebih eskalatif.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan cara jaga jarak, pakai, masker, tidak membuat kerumunan, dan rajin cuci tangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara Elizabeth R Zakaria, Kamis (17/12/2020/).
Menurut Elizabeth, tingkat kepatuhan warga Torut pada prokes masih rendah. Padahal pemerintah telah berupaya mengampanyekan bahaya Corona sejak Maret lalu.
Ia juga mengatakan, masyarakat sudah dibagikan masker secara gratis. Namun kebanyakan masker tersebut tidak digunakan. Justru disimpan di rumah atau dikantongi saat bepergian.
"Pemda Torut juga sudah mengeluarkan surat ederan, untuk memutus mata rantai Covid-19. Kami sudah rangkul masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan, namun sebagian ada yang bandel, tidak mau mendengar," bebernya.
Saat ini menurut Elizabeth, masyarakat Indonesia tengah menghadapi serangan gelombang kedua Corona. Angka kasus positif terus bertambah dan masyarakat diharapkan tidak abai dengan peringatan tersebut.
Dalam dua pekan terakhir angka kasus di Sulsel naik di atas 200 kasus per hari. Melihat kurva penyebaran pada wilayah episentrum, sejumlah daerah kini terancam kembali ke zona merah.
BERITA TERKAIT
-
Susul Thailand, Malaysia Lepas Masker Mulai 1 Mei, Indonesia Kapan?
-
Diserang Omicron, Mulai Besok Paris Wajib Masker Lagi
-
Sudah Lepas Masker, Kini di AS Diwajibkan Lagi Setelah Corona Meningkat
-
Dealer Honda Duta Motor Bagi-bagi Takjil dan Masker, Dilakukan Selama Bulan Puasa
-
Satpol PP Bersama Polres Torut Bagi-bagi Masker ke Masyarakat