Muh. Syakir : Sabtu, 19 Desember 2020 08:42
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, pemerintah akan melakukan proteksi ketat dengan mencegah even-even yang bisa memicu kerumunan. Pemerintah diantaranya melarang perayaan Tahun Baru dan membatasi Natal.

"Iya kita sudah mendengar analisa dari Forkopimda soal angka Corona yang terus naik. Dan kita putuskan bahwa perayaan Tahun Baru ditiadakan. Begitu juga Natal kita lakukan pembatasan," ujar NA seusai rapat dengan Forkopimda Sulsel, Jumat (18/12/2020).

Menurut NA, kepolisian juga telah mengeluarkan edaran soal keramaian di tempat tempat umum. Kepolisian menegaskan tidak akan menerbitkan izin keramaian.

"Ini bentuk pencegahan agar tidak ada kerumunan. Kerumunan ini yang kita cegah karena bisa menjadi tempat penyebaran," kata NA.

NA menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan tokoh tokoh agama agar memahami situasi ini. Tokoh agama harus memberi pengertian kepada umat agar secara sadar membatasi kegiatan berkumpul.

Perayaan Natal yang dibatasi sambung NA, harus dipatuhi. Sebab ini menyangkut kemaslahatan bersama.

Saat ini masyarakat Indonesia tengah menghadapi serangan gelombang kedua Corona. Angka kasus positif terus bertambah dan masyarakat diharapkan tidak abai dengan peringatan tersebut.

Dalam dua pekan terakhir angka kasus di Sulsel naik di atas 200 kasus per hari. Melihat kurva penyebaran pada wilayah episentrum, sejumlah daerah kini terancam kembali ke zona merah. Namun NA mengklaim Sulsel berhasil menurunkan rasio kematian akibat Corona.

NA mengungkapkan, kenaikan kasus positif Covid-19 di Sulsel saat ini selain penyebabnya pilkada serentak juga dikarenakan tim satgas kembali aktif melakukan testing.

"Jadi spesimen harus kita dorong semakin memperbanyak. Kalau yang tadinya sekitar 1.200, sekarang udah naik jadi 1.900-1.600. Karena semakin banyak kita temukan, itu akan semakin memperkecil tingkat penularan," jelasnya.