Kamis, 18 Mei 2023 06:29

Korban Longsor di Tator Ditemukan Tewas, Terseret Arus Sungai 9 Km

Korban longsor dievakuasi warga setelah penyisiran hampir 9 kilometer.
Korban longsor dievakuasi warga setelah penyisiran hampir 9 kilometer.

Usai membersihkan material longsor, selanjutnya dilakukan penyisiran di area aliran sungai.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Setelah proses pencarian beberapa jam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan pengendara motor yang sebelumnya dilaporkan tertimbun longsor di Dusun Tandung, Lembang Le'tek, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Rabu (17/5/2023). Korban ditemukan tersangkut di bebatuan setelah terseret arus sungai hampir 9 kilometer.

Korban diketahui bernama Noprianto alias Nopi (20), seorang karyawan penggilingan jagung. Ia warga Wai Limbong, Dusun Penanian, Lembang Ratte, Kecamatan Masanda, Tana Toraja.

Menurut Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo, korban ditemukan cukup jauh dari tempat di mana sepeda motornya ditemukan. Korban dievakuasi dari aliran sungai di Perkampungan Sesse, Kecamatan Masanda.

Baca Juga

"Korban sempat terseret arus sungai dan di temukan tersangkut pada sebuah batu di bendungan Perkampungan Sesse atau sekitar 9 Kilometer dari Kecamatan Bittuang," ungkap Malpa.

Sebelumnya kendaraan roda dua milik korban, ditemukan oleh warga dalam keadaan tertimbun material longsor, Rabu (17/5/2023) pagi sekitar Pukul 07.00 Wita. Malpa Malacoppa bersama Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan Dandim 1414/Tator Letkol Monfi Ade Candra langsung meninjau lokasi hari itu juga.

"Untuk itu kami melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian bersama unsur pemerintah daerah setempat, guna memastikan penanganan dan pencarian terhadap korban bisa berlangsung cepat dan maksimal," katanya.

Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan. Upaya pencarian juga melibatkan BPBD, Dinas PUPR dan Kodim 1414/Tator. Satu eksavator yang berada di lokasi juga diturunkan untuk mengevakuasi meterial yang menutupi badan jalan.

Usai membersihkan material longsor, selanjutnya dilakukan penyisiran di area aliran sungai.

"Kami terus bahu-membahu dari unsur TNI dan Polri, dan pemerintah daerah setempat serta BPBD yang juga dibantu oleh masyarakat, untuk melakukan pencarian terhadap korban. Dan akhirnya korban bisa kami temukan," kata Malpa Malacoppo.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir ini bencana alam tanah longsor telah beberapa kali terjadi di beberapa titik di Kabupaten Tana Toraja akibat curah hujan yang sangat tinggi. Kontur tanah yang labil mengakibatkan tebing tanah mengalami banyak pergeseran.

AKBP Malpa Malacoppo mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Terutama yang bermukim di wilayah-wilayah rawan bencana alam.

"Juga kita ingatkan saat berkendara di jalur-jalur yang rawan terjadinya longsoran sebaiknya menunggu hujan reda barulah bepergian," imbuhnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Longsor Tator
Berikan Komentar Anda