Jumat, 26 Mei 2023 09:03

Tambang Ilegal di Tapparan Tator Makin Marak, Polres dan DLH 'Cuci Tangan'

Aktivitas tambang di Tapparan yang kian marak.
Aktivitas tambang di Tapparan yang kian marak.

Menurutnya, penutupan tambang tak mengantongi izin, itu bukan ranah kepolisian.

TATOR, PEDOMANMEDIA – Dua institusi di Tana Toraja, Polres Tana Toraja dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sama sama mengaku tak bisa menghentikan aktivitas tambang galian C di Tapparan. Kepolisian beralasan, penutupan tambang bukan ranah Polri, sementara DLH melempar tanggung jawab ke pemprov.

Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo menanggapi maraknya kembali aktivitas tambang galian C ilegal di Tapparan. Malpa mengklaim, pihaknya belum bertindak karena tak ada laporan pelanggaran hukum.

“Setahu saya, itu belum ada laporan resmi terkait adanya dugaan pelanggaran hukum yang ditimbulkan dengan adanya aktivitas tambang galian ini, yang jelasnya saya sudah perintahkan ke anggota kami untuk dilakukan pendataan. Karena itu fenomena sosial yang tidak bisa diselesaikan sendiri,” ujar Malpa.

Baca Juga

Menurutnya, penutupan tambang tak mengantongi izin, itu bukan ranah kepolisian. Ia mengaku segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk proses selanjutnya.

“Tentu kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk proses selanjutnya, dan apabila terbukti ada pelanggaran hukum, itu akan kami tetap tindaki sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Malpa.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tana Toraja Nirus Nicholas mengatakan, ia belum mengetahui pasti status tambang di Tapparan apakah sudah mempunyai izin lingkungan atau belum. Pihaknya tak masuk dalam persoalan izin karena itu domain pemprov.

“Sebenarnya bukan tugas kami sebenarnya itu karena itu ranahnya provinsi sesuai dengan Perpres No. 55 tahun 2022, sudah ada pendelegasian ke provinsi terkait dengan izin tambang,” ujar Nirus Nicholas, Kamis (2505/2023).

Lanjut Nirus, terkait izin tambang, pihaknya hanya jadi pendamping. Sebab aturannya, di mana izin tambang itu diterbitkan, maka di situ pula izin lingkungannya terbit.

"Jadi izin lingkungannya itu persetujuannya mengikuti di mana dikeluarkan izin tambang,” ucap Nirus.

Nirus juga membantah disebut 'cuci tangan'. Ia mengklaim tak punya wewenang teknis.

“Sebenarnya bukan ranah saya untuk menjelaskan ini karena bukan tugas kami ya jadi mungkin alangkah baiknya, untuk lebih tepatnya itu mungkin pertanyakan saja ke dinas terkait. Misalnya di Makassar itukan yang mengeluarkan izin, paling kalau terkait dengan lingkungan nanti kami. Kalau misalnya tim turun dari provinsi biasanya kami dilibatkan kalau mau ada yang urus, tapi selama ini tidak pernah kami dilibatkan. Contoh misalnya yang sudah keluar IUP-nya itu ya kami tidak tau juga karena kami tidak dilibatkan dari provinsi,” tutup Nirus.

Sebelumnya, Polres Tator didesak menghentikan aktivitas tambang galian C di Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja. Tambang di wilayah ini ditengarai melakukan eksplorasi berlebihan pada wilayah sungai.

Warga menduga aktivitas tambang tersebut juga tak mengantongi izin. Dilaporkan, sejak setahun terakhir terjadi kerusakan pada bagian bantaran sungai.

"Tambang di sini sudah lama beroperasi, kemudian para penambang mengeruk sungai dengan menggunakan pompa pasir dan juga merusak jalan. Kendaraan yang mengangkut material juga sudah over kapasitas. Ini membuat jalan bagaikan kubang kerbau," kata Edi, seorang warga setempat, Rabu (19/4/2023).

Menurut Edi, eksplorasi tambang galian C di Tapparan sangat masif. Kerusakannya pun sudah memengaruhi lingkungan sekitarnya.

"Karena itu kami mendesak Polres Tana Toraja dalam hal ini resrim melalui tipiter (tindak pidana ringan) agar mereka turun lapangan dan melihat aktivitas pertambang tersebut. Saya harap ini segera dihentikan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih dahsyat," pinta Edi.

Edi juga melihat, ada potensi pelanggaran hukum di sana. Selain tak mengantongi izin, mereka juga mengeruk sungai tanpa pertimbangan atas dampaknya pada lingkungan.

Penulis: Nober Salamba

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Tambang tapparan #Polres Tator
Berikan Komentar Anda