Kisah Karded: Sempat Ingin 'Pensiun' dari Politik, Maju Lagi Demi Pengabdian
Lewat PAN, Karded diplot maju di dapil 1 Makassar yang meliputi Kecamatan Rappocini, Ujungpandang dan Makassar.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Bakal calon anggota legislatif DPRD Makassar dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dedy Amiruddin, berkisah perjalanan panjangnya di Pileg. Ia sempat berniat rehat dari hiruk pikuk politik, namun mandat partai membawanya kembali harus bertarung di 2024.
"Partai memberi mandat lagi untuk maju di Pileg. Saya tidak bisa menolak. Ini amanah. Partai ingin saya mengabdi untuk masyarakat," ujar Dedy yang akrab disapa Karaeng Dedy atau Karded, kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (10/6/2023).
Lalu bagaimana Karded melihat kans-nya di Pileg nanti? Menurutnya, 2024 akan lebih kompetitif. Tapi ini positif kata dia. Menunjukkan kian sehatnya iklim demokrasi.
"Pileg tahun depan pastinya lebih ketat. Apalagi kita belum tahu apakah tetap dengan sistem proporsional terbuka atau tertutup," katanya
Menurut Karded, dua sistem Pemilu ini sama sama punya sisi berbeda. Ia sendiri secara prinsip tak terlalu mempersoalkannya.
"Prinsip saya ya mau proporsional terbuka atau tertutup bagi saya tak masalah. Saya tetap maju. Sebab saya inikan maju karena membawa amanah," jelasnya
Karded mengungkapkan, ini kali ketiga ia maju pileg. Dua edisi sebelumnya ia gagal melenggang ke parlemen. Masing-masing lewat PPP dan PAN.
Setelah hengkang dari PPP, Karded bergabung di PAN. Di partai matahari terbit ini, ia maju di pileg 2019 untuk DPRD Makassar. Namun langkahnya kembali terhenti.
"Dua kali tidak terpilih saya sebenarnya sudah berniat pensiun. Saya ingin rehat dari dunia politik," jelasnya.
Tapi keinginannya itu ia urungkan setelah partai kembali memberinya mandat maju di pileg. Lewat PAN, Karded diplot maju di dapil 1 Makassar yang meliputi Kecamatan Rappocini, Ujungpandang dan Makassar.
Misi Menuju Parlemen
Karded mengatakan, tak banyak yang ia kejar untuk masuk di parlemen. Ia juga tak mau menjanjikan hal yang muluk-muluk.
"Saya hanya ingin berbuat untuk orang banyak. Terutama masyarakat kecil," ucapnya.
Ia melihat, masih banyak persoalan di masyarakat yang belum tuntas. Dan semua itu menuntut kepekaan anggota Dewan. ll
Di antaranya kata Karded, sektor infrastruktur. Sektor ini butuh perhatian serius.
"Untuk infrastruktur relatif baguslah dalam 10 tahun. Pak Danny saya anggap cukup konsen di bidang itu. Tinggal beberapa yang perlu pembenahan," ucapnya.
Selanjutnya, masalah pengembangan ekonomi kecil. Karded mengatakan, UMKM yang tumbuh di lorong-lorong perlu terus diintervensi agar menjadi kekuatan ekonomi baru.
Karded juga menyoroti berbagai problem sosial lainnya. Di antaranya, distribusi bantuan kepada masyarakat miskin yang masih kerap bermasalah karena salah sasaran.
"Ini jadi isu serius kita selama ini. Ke depan distribusi bantuan harus lebih baik. Caranya ya, memperbaiki pendataan," katanya.
Karded mengatakan, ia banyak berdiskusi dengan lurah dan camat terkait penyaluran bantuan ke masyarakat. Diakuinya, Ada problem pendataan yang kurang valid yang mesti diperbaiki. Dan ini memang menjadi 'PR' bersama.
"Artinya ini akan menjadi pekerjaan kita ke depan. Kalau Allah takdirkan saya masuk Parlemen, Insyaa Allah, itu akan jadi salah satu yang kami perjuangkan. Agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak dapat bantuan," imbuhnya.
