Cerita Mahasiswa Toraja Soal Program JKN: Tak Ada Diskriminasi, Pelayanan Optimal
Yusuf mengatakan bahwa pelayanan yang diterimanya pun hari ini di fasilitas kesehatan sama baiknya dengan sebelumnya.
TORUT, PEDOMANMEDIA – Program Jaminan Kesehatan JKN hadir guna memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini yang dirasakan oleh Yusuf Daniel (20) mahasiswa asal Toraja yang ditemui saat menerima pelayanan kesehatan di salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Ketika itu ia datang ke puskesmas untuk memeriksakan mata. Awalnya penglihatan Yusuf tiba-tiba kabur dan mata memerah. Hal ini sangat mengganggu aktivitasnya, terutama saat pembelajaran di kampus.
“Karenanya hari ini saya menerima pelayanan kesehatan dan mendapatkan surat rujukan ke poli mata Rumah Sakit Elim Rantepao,” ujar Yusuf.
Mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen PBI APBD Kabupaten Toraja Utara ini bersyukur ia dan keluarganya sudah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Sebelumnya ia sudah merasakan manfaat dari Program JKN, di mana tahun 2022 lalu ia didiagnosa menderita thypoid dan maag yang mengharuskan dirinya juga mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Elim Rantepao.
“Dulu gejala yang saya rasakan saat itu demam tinggi, mual dan lemas, beberapa hari kondisi saya tidak kunjung membaik, akhirnya saya memeriksakan diri ke puskesmas tempat faskes tingkat pertama saya terdaftar dan kemudian saya dirujuk ke Rumah Sakit Elim,” ujarnya.
Yusuf mengatakan bahwa saat menerima pelayanan kesehatan tahun lalu ia juga menggunakan JKN, mulai dari fasilitas tingkat pertama puskesmas ia mendapatkan pelayanan yang ramah dan maksimal dari petugas medis, begitupun saat mendapatkan perawatan opname selama tiga hari di rumah sakit.
“Pelayanan selama saya dirawat sangat baik, petugas ramah serta setiap hari saya mendapatkan kunjungan dari dokter, selama tiga hari mendapatkan perawatan dan kondisi semakin membaik kemudian saya dijinkan untuk pulang,” terang Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, walaupun terdaftar sebagai peserta JKN dengan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) namun pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan sangat baik dan optimal. Ia tidak merasakan adanya diskriminasi antara pasien umum dengan peserta JKN.
“Puji Tuhan saya bersyukur pelayanan yang saya terima mulai dari fasilitas pertama di puskesmas sampai di rumah sakit semua berjalan lancar, dari awal mengurus administrasi sekarangpun sangat mudah, cukup menunjukan KTP asli sudah dapat mengakses pelayanan, dan sampai pulang saya tidak membayar sepeserpun biaya pelayanan kesehatan yang saya terima,” jelas Yusuf.
Karena pengalaman baik tersebut, Yusuf kembali menggunakan JKN untuk memeriksakan matanya. Yusuf mengatakan bahwa pelayanan yang diterimanya pun hari ini di fasilitas kesehatan sama baiknya dengan sebelumnya. Informasi dan alur yang dijelaskan oleh petugas pun cukup jelas. Jika ada yang kurang dipahami maka akan dibantu oleh petugas, contohnya saat mengambil nomor antrian sampai mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit.
“Semoga pelayanan demikian dapat terus dipertahankan sehingga tidak ada kesulitan saat mengakses layanan kesehatan di semua fasilitas yang bermitra dengan BPJS Kesehatan selaku pengelola Program JKN,” kata Yusuf.
Yusuf percaya bahwa Program JKN memang diperuntukan untuk semua masyarakat tanpa memandang dari kalangan apapun. Hal itu sudah ia rasakan saat melakukan pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. Dan hal inilah yang meyakinkan dirinya untuk terus menjaga keaktifan kepesertaan JKN yang dimiliki beserta keluarganya.
“Harapan saya semoga Program JKN ini terus berlanjut dan membantu memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat dan tentunya saya berterimakasih untuk semua pihak yang ikut berperan dalam program ini,” tutup Yusuf.
Penulis: Nober Salamba
