Kisah Pilu Ritwan, Remaja Asal Tator: Ditinggal Orang Tua, Jadi Kuli Demi Sekolah
Saat ini Ritwan tinggal dengan saudara neneknya. Dia jadi pengembala kerbau di sana.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Ritwan (15), seorang remaja asal Tana Toraja mengisahkan perjalanan hidupnya. Sejak bayi ia ditinggal pergi kedua orang tua. Demi tetap sekolah Ritwan rela jadi kuli bangunan hingga menggembala kerbau milik orang.
"Dari kecil saya nda pernah ketemu orang tua. Saya ditinggal sejak masih bayi. Saya dititip sama keluarga. Saya tidak tahu orang tua saya di mana. Orang bilang mereka pergi merantau," tutur Ritwan kepada PEDOMANMEDIA.
Ritwan baru saja lulus di SMPN 1 Masanda Tator. Ia belum tahu apakah akan melanjutkan pendidikan ke SMA atau tidak.
Ia menuturkan, masih beruntung bisa sekolah sampai lulus SMP. Selama ini Ritwan harus membiayai sekolahnya sendiri.
"Saya tinggal sama tante saya di kampung Ratteadan, Lembang Paku. Saya bangun jam 03 subuh kemudian saya berangkat dari rumah ke sekolah sekitar jam 04 subuh karena saya tidak punya kendaraan dan tidak punya uang untuk sewa ojek," tutur Ritwan.
Maklumlah, tante tempatnya menumpang juga hidup pas-pasan. Ritwan menuturkan, demi menyambung hidup ia terpaksa bekerja serabutan.
Kadang ia membawa rumput untuk makan kerbau orang. Terkadang juga, di hari libur ia jadi kuli bangunan.
"Kalau hari libur biasa saya pergi bantu-bantu orang jadi kuli bangunan. Biasa juga saya pergi bawakan orang rumput. Dari situ saya dapat upah. Biasanya saya tabung untuk beli seragam sekolah. Sebagian lagi untuk makan," ungkap Ritwan.
Saat ini Ritwan tinggal dengan saudara neneknya. Dia jadi pengembala kerbau di sana.
"Saya juga pusing ini mau lanjut sekolah tapi biaya tidak ada. Makanya saya di sini bantu-bantu saudaranya nenek saya. Saya punya nenek jadi pengembala kerbau sempat dia bisa bantu saya untuk bisa lanjut sekolah," ucap Ritwan.
Ritwan mengaku sempat dapat bantuan Program Keluarga Harapan. Namun belakangan ada masalah dengan data dirinya, sehingga ia dicoret dari daftar penerima.
"Saya ada kartu PKH namun ada masalah. Saya tidak tahu apa tapi katanya nama saya ada yang beda di ijazah dengan akte kelahiran dan mungkin juga di kartu itu. Sehingga saya tidak bisa dapat. Kemudian pak guru juga suruh saya perbaiki tapi saya tidak tahu mau perbaiki di mana. Soalnya orang tua saya sudah lama tidak ada di sini. Saya tidak tahu mereka di mana," terang Ritwan.
Luput dari Perhatian Pemerintah
Ritwan adalah satu dari sekian banyak anak yang luput dari perhatian pemerintah.
Saat masalah ini disampaikan ke Dinsos Tator, Kepala Dinas Sosial Adriana Saleng masih enggan memberi tanggapan.
"Saya lagi sibuk lagi rapat nanti saya hubungi lagi nah," ujar Adriana Saleng saat dihubungi melalui sambungan seluler miliknya, Senin (19/6/2023).
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
