Melihat Sengitnya Pertarungan di Dapil 5 Sulsel: Kans Caleg Penantang Cukup Besar
Kans terpilih bagi petahana masih cukup terbuka pada Pileg 2024, tetapi mesti dibarengi oleh beberapa faktor.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Sejumlah figur penantang di Dapil 5 Sulsel cukup diperhitungkan di pileg mendatang. Mereka diprediksi bisa memberi tekanan pada petahana.
Dapil 5 Sulsel 2024 mendatang, tak berubah dari pileg sebelumnya di tahun 2019. Di dapil ini, para kontestan akan memperebutkan 6 kursi legislatif.
Saat ini, pemilik kursi legislatif dapil 5 Sulsel yaitu Andi Muh Anwar Purnomo (PKB), Muchtar Mappatoba (Gerindra), A Ayu Andira (Golkar), Mizar Roem (NasDem), Isnayani (PKS) dan Mukhtar Badewing (PAN).
Jika melihat komposisi bacaleg partai Gerindra, petahana akan ditantang oleh figur-figur berpengaruh sekaligus pendatang baru, seperti Patudangi Azis dan Andi Ishak Ali Yusuf.
Patudangi merupakan politikus senior partai Gerindra, sekaligus menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba 2019-2024. Eks ketua tim pemenangan Andi Utta-Edy Manaf di Pilkada 2020, memutuskan untuk naik kelas atas permintaan partai.
Selanjutnya, Andi Ishak Ali Yusuf adalah adik bungsu dari Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Ia akan ikut jejak sang kakak, terjun ke dunia politik.
Di tubuh Partai Golkar, petahana Ayu Andira akan ditantang oleh Anggota DPRD Kabupaten Sinjai Muhammad Wahyu. Selain itu, suami dari Wabup Sinjai Andi Kartini Ottong mengisi komposisi beringin. Bahkan putra Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Andi Muh Nurdin Halid, Andi Nur Al Bisry Nurdin Halid ikut diperhitungkan.
Partai NasDem akan semakin menarik. Rivalitas Mizar Roem dan Arum Spink di 2019, terulang pada 2024 nanti. Arum yang mundur di DPRD Prov Sulsel 2020 karena ikut Pilkada, menegaskan maju lagi di Pileg 2024.
Kemudian bacaleg PAN, ada mantan kandidat Wakil Bupati Bulukumba Hj Andi Murniyati Makking. Ia merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Bulukumba, serta mantan ketua DPC partai Demokrat Bulukumba. Selain itu, ada legislator PAN Bulukumba Andi Zulkarnain Pangki memutuskan untuk naik kelas.
Sementara, PEDOMANMEDIA belum menemukan informasi penantang kuat dari petahana PKB dan PKS, Andi Muhammad Anwar Purnomo dan Isnayani.
Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad yang dimintai tanggapannya berpendapat bahwa berdasarkan pengalaman, petahana agak berat mempertahankan posisinya. Ia menyebut selalu pendatang baru yang terpilih dibandingkan yang lama.
Tetapi kata dia, petahana memiliki modal karena popularitas. Kemudian petahana sudah tahu peta politik.
"Yang memang berat bagi petahana adalah meyakinkan masyarakat karena masyarakat sudah tahu seperti apa kompetensinya," kata Firdaus Muhammad kepada PEDOMANMEDIA, Senin, 10 Juli 2023.
"Kalau selama ini, masyarakat menilai dia (petahana) kurang, maka otomatis berdampak ke soal keterpilihannya," jelasnya menambahkan.
Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam menyebutkan kans terpilih bagi petahana masih cukup terbuka pada Pileg 2024 mendatang, tetapi mesti dibarengi oleh beberapa faktor.
Menurut Nursandy Syam, faktor pertama adalah sejauh mana caleg petahana menunjukkan kinerjanya pada konstituen. Kedua, seperti apa komposisi caleg di internal, kompetitif atau tidak. Ketiga, penargetan suara yang akurat.
"Keempat, manajemen logistik dan tim yang solid. Terakhir, seperti apa dan bagaimana strategi caleg petahana di medan kontestasi," katanya kepada PEDOMANMEDIA.
Nursandy Syam menguraikan khusus di dapil 5 Sulsel, persaingan akan sangat sengit. Ada dua indikator yang bisa dicermati. Pertama, katanya, kuota kursi yang kecil, alokasinya hanya 6 kursi. Kedua, persaingan di internal partai.
"Keberadaan figur kuat berstatus penantang di internal partai bisa terlihat di tubuh partai Gerindra dan NasDem," katanya.
Ia mengatakan bahwa di partai Gerindra, figur seperti Patudangi dan Andi Ishak Ali Yusuf punya potensi terpilih. Di partai NasDem, ada Arum Spink yang bisa memberi perlawanan terhadap Mizar Roem.
"Caleg petahana di partai-partai tersebut, tidak akan tidur nyenyak. Mengingat kompetitornya punya basis dan kekuatan politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata," jelas Nursandy Syam.
