Menakar Kans Caleg Muda di Pileg 2024: Bisa Jadi "Kuda Hitam"
Menurut dia, anak muda pada momen pemilu, biasanya berperan sebagai pion yang bekerja mencari suara untuk caleg tertentu, jaringan mereka dipakai untuk mengumpulkan suara.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Pemilu legislatif (Pileg) 2024 di Kabupaten Bulukumba, ramai diisi caleg muda. Mereka dinilai punya kans yang baik, sekaligus menjadi "kuda hitam" pada kontestasi lima tahunan sekali di 2024 mendatang.
Dari pantauan proses pengajuan bacaleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba, beberapa partai politik (Parpol) mengandalkan potensi caleg-caleg muda.
Sekretaris Desk Pemilu Partai Gerindra Bulukumba, Roslan mengatakan komposisi bacaleg Gerindra banyak diisi anak-anak muda di 5 daerah pemilihan (dapil) yang ada di Bumi Panritalopi.
Menurut dia, partai Gerindra sejak awal proses penjaringan bacaleg berkomitmen mengakomodir potensi anak muda untuk masuk ring pemilu. Apalagi kata dia, partai Gerindra sudah mengakar di semua segmentasi pemilih, termasuk kalangan pemilih milenial.
"Dari data terakhir, sekira 30 persen representasi anak-anak muda yang diajukan sebagai bacaleg Gerindra Bulukumba ke KPU," kata Roslan kepada PEDOMANMEDIA, Jumat, 14 Juli 2023.
Sekretaris PKS Bulukumba, Lukman Abdullah mengatakan bahwa figur-figur muda justru mendominasi komposisi bacalegnya. Bahkan kata dia, tak ada figur muda di tubuh bacaleg PKS yang hanya sebagai pelengkap administratif.
"Alhamdulillah semua caleg muda PKS, betul-betul fight. Meski ada beberapa yang popularitasnya masih kurang, namun orangtuanya adalah tokoh berpengaruh di wilayahnya," jelasnya.
Dengan begitu, Lukman menyebut kehadiran pendatang baru di kalangan pemuda menjadi "warning" bagi petahana. Sehingga, petahana dituntut bekerja lebih keras lagi jika ingin mempertahankan posisinya.
"Semua bertipikal petarung. Makanya kita optimis suara PKS akan melejit di pemilu 2024 nanti," imbuhnya.
Selain Gerindra dan PKS Bulukumba, beberapa caleg muda juga jadi andalan di parpol lain di 5 dapil yang ada di Bulukumba.
Pengamat politik Unismuh Makassar, Jusri Adi berpandangan bahwa semua punya kesempatan yang sama untuk bisa duduk di DPRD. Hanya saja, kembali lagi pada kekuatan masing-masing, termasuk basis massa dan paling penting finansial yang cukup mempuni.
"Apalagi dalam pertarungan Pemilu 2024 ini, banyak pendatang baru khususnya di kalangan millenial. Sekarang ini lagi trend dengan millenial. Tentu para incumbent harus waspada," ujarnya ketika dikonfirmasi PEDOMANMEDIA.
Dari segi potensi, tambahnya, peluang keterpilihan caleg muda cukup terbuka. Sebab, para figur muda juga punya basis kekuatan signifikan pada segmentasi pemilih millenial.
Akademisi yang juga berasal dari Bulukumba ini, lebih jauh berpendapat bahwa selain modal finansial, caleg muda harus lebih dekat lagi dengan masyarakat terkhusus di dapil mereka masing-masing.
"Sebagian dari mereka, juga maju karena memang ada dorongan dari keluarga. Bahkan dari masyarakat sekitar," ujarnya.
"Paling penting adalah komitmen mereka terhadap masyarakat yang ada di dapilnya. Kurangi janji, tapi perbanyak berbuat nyata untuk masayarakat setempat," sambung Jusri Adi.
Sementara, pengamat politik STAI Al-Gazali Bulukumba Dr Andi Muhammad Asbar menyebut caleg dari kalangan anak muda, tidak boleh dipandang sebelah mata di Pemilu 2024.
Menurut dia, anak muda pada momen pemilu, biasanya berperan sebagai pion yang bekerja mencari suara untuk caleg tertentu, jaringan mereka dipakai untuk mengumpulkan suara.
"Kini kawula muda terlibat langsung di panggung politik, sebagai politisi yang memiliki obsesi untuk duduk di parlemen," katanya.
Asbar menguraikan ada beberapa alasan mereka bisa jadi "kuda hitam" dan memenangi pileg 2024 di Bulukumba. Pertama, anak muda memiliki karakter friendly atau lebih bersahabat. Mereka bisa diajak kongkow-kongkow saat menerima aspirasi.
"Kedua, anak muda lebih open mind (berpikiran terbuka) dan tidak terlalu formalitas, mereka dipandang lebih mudah menerima saran-saran dari masyarakat. Ketiga, cara kampanye mereka dalam merebut hati pemilih lebih kreatif dengan memanfaatkan media sosial," kata Asbar.
