TORUT, PEDOMANMEDIA - Sindiran Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah soal "destinasi Toraja Utara yang indah namun jalannya rusak" menampar Bupati Kalatiku Paembonan. Banyak warganet menulis "Kalatiku ditelanjangi".
Sindiran NA juga banyak direspons masyarakat Torut. Di berbagai platform sosial media, masyarakat memberi reaksi terbelah.
Ada yang menilai sindiran NA wajar. Karena lima tahun terakhir sektor infrastruktur memang tak progresif. Tapi tak sedikit warga net juga membela Kalatiku.
"Kita memang punya pariwisata yang indah tapi jalan-jalan rusak. Itu tak bisa dipungkiri. Lima tahun tak banyak yang berubah," ujar seorang warga Torut.
Di grup-grup WA berita kerusakan jalan-jalan pariwisata di Torut juga banyak diperbincangkan. Belum genap 24 jam, Kalatiku sudah panen kritik di mana-mana.
Salah seorang aktivis mahasiswa asal Torut di Makassar mengatakan, sindiran NA harusnya jadi introspeksi bagi Kalatiku. Selama 5 tahun Kalatiku gagal membangun sektor infrastruktur.
"Infrastruktur kita tertinggal jauh. Dampaknya sektor pariwisata Torut tak bergerak. Apa yang dihasilkan Kalatiku selama 5 tahun. Sangat jauh dari harapan," ujarnya.
Tak hanya Kalatiku, Wakil Bupati Torut Yosia Rinto Kadang juga tak luput dari kritik. Yosia yang maju di Pilkada 2020 Desember nanti dinilai juga turut bertanggung jawab atas kemunduran Torut.
"Harusnya kalau 5 tahun nda bisa kerja apa-apa ya sadar dirilah. Ini malah maju lagi di pilkada. Mau dibawa ke mana ini Torut," tulis salah satu akun di Facebook.
Beberapa akun juga mempertanyakan visi misi Kalatiku-Yosia saat keduanya maju berpasangan di Pilkada 2016. Dalam visi misinya, pasangan dengan akronim Kaboro itu, infrastruktur menjadi salah satu sektor prioritas yang akan dibenahi.
Namun dalam lima tahun tidak terlihat kemajuan yang berarti. Terutama dalam mendukung sektor pariwisata. Akses akses pariwisata dan jalur ekonomi dari pelosok tidak tertangani dengan baik.
NA menyindir Kalatiku dalam kunjungannya ke Torut kemarin. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur di Toraja Utara harus dituntaskan. Agar bisa menunjang kemajuan pariwisata.
Ia mengungkapkan, Toraja Utara merupakan daerah yang kaya akan destinasi. Tetapi akses jalan menuju kawasan wisata sangat memprihatinkan.
"Toraja ini daerahnya indah sejuk dan dalamnya sangat luar biasa sayang karena infrastruktur jalan menuju kawasan wisata sangat rusak," katanya.
Akses yang buruk itu membuat jalur ke tujuan wisata menjadi sulit. Ini kata NA bisa berdampak menurunkan minat wisatawan.
"Kalau orang berkunjung sekarang ke Torut mungkin waktunya bisa ditempuh dalam waktu cepat tapi akses menuju ke kawasan pariwisata rusak, ya habis waktu di jalan," tambahnya.
Ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dari tahun 2019 sudah mencapai 40 persen dan akses jalan menuju objek wisata bisa dituntaskan tahun depan. Ia meminta Pemkab Torut lebih prioritas dalam program.
NA menyebut Toraja merupakan daerah wisata unggulan yang di kenal sampai ke mancanegara. Karena itu pemerintah provinsi akan secara optimal mendorong penyelesaian infrastruktur.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kembali Pariwisata Torut: Narasi Positif Dibangun dari Pers
-
Hotel The Santai Hadir di Torut, Ombas Sebut Penanda Kebangkitan Pariwisata
-
Kerumunan di Pesta Ultah Direktur PDAM, Bupati Torut Nimbrung tak Pakai Masker
-
Nurdin Sumpah Demi Allah, KPK: Silakan, Kami Kantongi Bukti Kuat
-
Top Sepekan: Kepala BKD Tator Tantang Semuel, hingga Gubernur Sulsel Ditangkap