Kamis, 31 Agustus 2023 14:55

Hadapi Puncak El Nino dan Banjir di Awal 2024, ini Langkah BPBD Maros

Nasrul
Nasrul

Bencana kekeringan di Indonesia yang cukup lama, yang dimulai pada bulan Juni-November 2023.

MAROS, PEDOMANMEDIA - BPBD Maros mengambil langkah antisipasi menghadapi puncak El Nino yang diprediksi terjadi di akhir September hingga Oktober. Antisipasi dilakukan dengan membentuk posko bencana di setiap kecamatan.

"Ada 4 bencana yang paling urgen di Kabupaten Maros, yaitu bencana banjir, angin puting beliung, longsor, dan kekeringan. Bencana banjir pada umumnya itu kita sudah tau, sesuai dengan prediksi BMKG adanya peringatan-peringatan dini di mana pada awal tahun antara Januari-Maret," terang Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, Kamis (31/8/2023).

Menurut Nasrul, intensitas hujan akan mulai meningkat pada November-Desember. Lalu pada Januari hingga Maret kemungkinan akan memuncak dan memicu banjir.

Baca Juga

ikatakan Nasrul untuk mengantisipasi bencana banjir di pesisir Maros, BPBD telah menyiapkan posko-posko siaga bencana di setiap kecamatan. Posko ini nantinya akan bertugas memantau kondisi darurat di setiap wilayah.

"Ini yang kita antisipasi bencana-bencana yang ada di Maros khususnya bencana banjir, di mana kami telah menyiagakan ataupun menyiapkan posko-posko siaga bencana di tiap-tiap kecamatan. Jadi itu dalam bentuk pra bencana (sebelum bencana). Itu kita berikan mereka pelatihan. Mereka inilah yang menjadi mitra kami relawan-relawan kami di desa-desa sebelum kami terjun ke lapangan. Mereka dulu yang melaporkan kejadian-kejadian bencana yang ada di wilayah mereka masing-masing itu lapor ke kami kemudian kami tindaklanjuti, itu terkait bencana banjir," kata Nasrul.

Lanjut Nasrul, di Kabupaten Maros selain banjir juga ada potensi angin kencang (angin puting beliung). Tahun 2023 ini telah terjadi di beberapa titik, di daerah Kecamatan Maros Baru, Kecamatan Mandai, dan di Kecamatan Marusu.

Disitu ada sekitar 161 KK yang terkena dampak bencana angin puting beliung.

"Kita disitu terjun langsung memberikan bantuan logistik sementara berupa makanan sandang pangan sementara yang mereka gunakan terutama terpal dan selimut untuk sementara kita berikan kepada yang terdampak bencana," paparnya.

Untuk bencana kekeringan kata Nasrul, sesuai dengan peringatan dari BMKG terjadi bencana kekeringan di Indonesia yang cukup lama, yang dimulai pada bulan Juni-November 2023.

"Sudah terlihat dan terasa sekali di daerah-daerah pesisir. Di sini tindakan kami BPBD telah menganggarkan untuk memberikan bantuan air bersih. Ini sudah jalan dam masih sementara berjalan yang berada di Kecamatan Bontoa, Maros Baru dan Marusu, ini semua berada di pesisir Kabupaten Maros. Kita menyalurkan bantuan sebanyak 450 ribu liter kubik air, di mana tiap harinya itu ada 6 tangki yang beroperasi," tutup Nasrul.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Maros
Berikan Komentar Anda