Kepsek SMAN 1 Makassar Bantah Ada Pungli Seragam: Itu Salah, Silakan Cek
Kepada PEDOMANMEDIA para siswa mengaku, harga sudah dipatok Rp200 per item. Dan semua siswa wajib membeli.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Makassar, Sulihin Mustafa membantah adanya pungutan seragam sekolah yang dibebankan kepada siswa. Sulihin meminta pihak-pihak yang menemukan praktik pungli itu untuk melaporkannya.
"Tidak ada itu. Baju olahraga, baju batik, baju putih tidak ada pungutan," ujar Sulihin saat ditemui PEDOMANMEDIA di ruangan kerjanya, Senin (9/10/2023).
Sebelumnya, sejumlah orang tua melaporkan adanya pungutan seragam sekolah kepada siswa di SMAN 1 Makassar. Di mana ada beberapa item seragam yang harus dibeli.
Di antaranya setelan baju olah raga, baju batik dan baju putih kokoh (bukan seragam sekolah). Setiap itemnya dijual seharga Rp200 ribu.
PEDOMANMEDIA juga sempat menginvestigasi hal ini. Dan ditemukan fakta bahwa pungutan itu benar adanya. Sejumlah siswa mengakuinya.
"Ia beli, baju olahraga, batik dan baju putih juga. Karena adami sekarang baju putihnya," ucap beberapa siswa saat tim PEDOMANMEDIA melakukan investigasi Jumat (6/10/2023) lalu.
Kepada PEDOMANMEDIA para siswa mengaku, harga sudah dipatok Rp200 per item. Dan semua siswa wajib membeli.
"Baju batik kira-kira Rp200 sama juga dengan baju olahraga, baju putih Rp270 ribu, iye diharuskan," ucap seorang siswa.
Saat informasi dugaan punguli ini disampaikan, Kepsek Sulihin membantahnya. Ia mengaku, tak ada pungutan untuk seragam siswa.
"Tidak ada baju sekolah di sini dipungut, baju olahraga, baju batik, baju putih (kokoh) tidak ada itu," ujarnya.
Ia malah mempertanyakan, pungutan biaya seragam sekolah itu kapan.
"Kalau baru-baru ada laporannya sampaikan ke orang tuanya supaya konfirmasi langsung ke kepala sekolah, karena sekarang ini baju batik saya hentikan. Apalagi pembagian baju kokoh itu tidak ada. Pakaian sekolah tidak ada. Jadi informasi itu salah. Silakan dicek ke masing-masing orang tua siswa, kalau sebelumnya saya tidak tahu ya karena saya masuk di sini itu tanggal 26 Juni 2023. Makanya saya hentikan semua selama saya sekarang, sejak tahun ajaran baru itu tidak ada itu semua. Kalau pembelian lambang SMANSA atau lambang apa itu kan bebas dijual divmana saja terserah," ucap Sulihin.
Sulihin menjelaskan bahwa untuk seragam sekolah, baju olahraga, baju batik semuanya diakomodir oleh koperasi sekolah.
"Sebenarnya kalau lewat koperasi itu urusan koperasi sekolah. Jadi bukan diakomodir oleh sekolah tapi koperasi sekolah. Anak-anak yang mampu beli ya beli, silakan kita lihat kalau olahraga ada yang tidak pakai. Jadi tidak ada hubungannya dengan sekolah. Sekarang ini saya tahan dulu baju batik, yang baju putih juga tidak ada. Tahun sebelumnya katanya ada, sekarang memang saya anukan sejak ada edaran dari Kadisdik," tutup Sulihin.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
