Dampak El Nino, Tanaman Padi di Muna Barat Alami Puso
Kekeringan sawah di dua desa itu karena debit air bendungan yang mengairi sawah tersebut mulai turun.
MUBAR, PEDOMANMEDIA - Tujuh hektar sawah di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara mengalami kekeringan. Akibatnya tanaman padi di lokasi tersebut mengalami puso.
Menurut Penjabat (Pj) Bupati Mubar, Bahri, kemarau panjang (El Nino) yang terjadi saat ini mengakibatkan tujuh hektar sawah kekeringan.
"Dampak kekeringan sawah itu tanaman padi petani mengalami puso. Dua hektar ada di Desa Abadi Jaya dan lima hektar lainnya ada di Desa Lakabu. Dua desa ini semuanya masuk wilayah Kecamatan Maginti," ujar Bahri saat jumpa pers di Kantor Bupati Mubar, Senin (09/10/2023).
Bahri mengatakan penyebab kekeringan sawah di dua desa itu karena debit air bendungan yang mengairi sawah tersebut mulai turun. Selain itu saluran air sudah banyak yang bocor-bocor.
"Contoh Bendungan Katangana yang mengairi ruas persawahan satu jalur ke Desa Abadi Jaya melewati Parura. Air yang menuju ke Abadi Jaya tidak sampai. Ternyata banyak saluran air yang sudah bocor dan sudah retak-retak," ucapnya.
Kata dia, untuk mengatasi kekeringan sawah itu, Pemda Mubar akan mengajak petani duduk bersama guna mengatur pembagian air, dengan tujuan air dari bendungan dapat mengaliri semua sawah petani.
"Kemudian Pemda juga akan memberikan bantuan. Jadi saya akan minta pak Desa Lakabu dan Abadi Jaya menyampaikan surat ke Pemda untuk pengadaan mesin sumur bor dengan mesin genset untuk sementara mengatasi itu. Biar tidak kering airnya. Sambil memperbaiki saluran yang bocor-bocor," jelasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
