Kamis, 12 Oktober 2023 11:35

Kadis PUPR Tator Turunkan Tim Cek Dugaan Material Oplosan di Proyek Drainase Bittuang

Willy
Willy

Kadis PUPR merespons sikap Willy. Ia mengatakan, Willy seharusnya tak perlu marah.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas PUPR Tana Toraja Yakop Tipa menurunkan tim untuk mengecek proyek drainase di Lembang Le'tek, Kecamatan Bittuang, Kamis hari ini (12/10/2023). Tim akan meninjau proyek yang dikabarkan menggunakan material oplosan.

"Hari ini saya turunkan tim untuk melihat proyek tersebut apakah sesuai dengan bestek atau bagaimana. Sabar ya nanti saya sampaikan hasilnya," kata Yakop melalui sambungan telepon.

Yakop Tipa memastikan bahwa proyek tersebut dikerjakan Willy atau yang akrab disapa Pong Wala. Yakop mengatakan jika ditemukan adanya penggunaan material yang tidak memenuhi standar, maka kontraktor akan diminta untuk mengganti materialnya.

Baca Juga

"Tapi kita cek dulu untuk memastikan," tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat menyoroti proyek drainase di Lembang Le'tek, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. Material proyek ini diduga 'oplosan', di mana pasirnya bercampur dengan tanah.

"Proyek ini tidak akan tahan lama karena pasirnya saja bercampur dengan tanah. Bagaimana mau bagus kualitasnya," kata Asfin, warga Bittuang sambil memperlihatkan tumpukan material di lokasi proyek, Rabu (11/10/2023).

Proyek drainase Bittuang dikerjakan oleh CV Bintang Turatea. Nilainya mencapai Rp448 juta.

Menurut Asfin, proyek tersebut kurang pengawasan. Akibatnya, pelaksana seenaknya menggunakan material yang tidak memenuhi standar.

"Harusnya itu materialnya diawasi. Karena sekarang banyak material oplosan. Pasir dicampur tanah. Bagaimana proyek bisa dinikmati masyarakat kalau material seperti ini. Bisa-bisa belum diresmikan sudah roboh," katanya.

"Besar harapan kita agar proyek ini di awasi betul dari dinas PU supaya kualitasnya bagus," imbuh Asfin.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tator Yakop Tifa yang dikonfirmasi mengaku akan mengecek ke lapangan. Menurutnya belum bisa dipastikan apakah benar benar menggunakan material oplosan atau tidak.

"Foto material ini belum dapat kita simpulkan dipakai untuk apa. Apakah untuk beton atau timbunan. Kita harus klarifikasi ke kontraktornya melalui PPK dan konsultan pengawasnya. Kami berharap seluruh kontrator menggunakan material yang sesuai dengan standard spesifikasi yang berlaku," ungkapnya.

Yakop meminta agar dugaan itu dikonfirmasi ke kontraktornya.

"Proyek tersebut dikerjakan oleh pong Wala atau yang akrab disapa Papa Willy. Silakan konfirmasi sama Pong Wala atau Papa Wlly karena beliau yang kerjakan," kata Yakop.

Sementara itu pimpinan kontraktor, Pong Wala yang dihubungi via telepon mencak-mencak. Ia mengaku tak suka proyeknya diganggu.

"Siapa ini kenapa telepon-telepon. Saya tidak suka ya ditelepon wartawan dan diperas wartawan. Jangan telepon lagi ya saya malas di telepon. Dan jangan main-main proyek saya. Sampaikan sama Pak Kadis. Saya juga malas main-main proyek. Sebentar saya telepon Pak Kadis saya marahi dia," kata Wala dengan nada emosi.

Kadis PUPR merespon sikap Willy. Ia mengatakan, Willy seharusnya tak perlu marah.

"Kenapa dia mau marah - marah sama saya na memang proyek itu atas namanya. Tidak ada ji juga telponnya masuk mungkin beliau tidak mau ditahu kalau itu miliknya, karena mungkin ada orang lain yang dia percayakan," beber Yakop.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Tator
Berikan Komentar Anda