Senin, 23 Oktober 2023 19:45

Danny Bicara Karakter Pemimpin di UINAM: Jangan jadi Orang Malas

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjadi narasumber seminar kepemimpinan nasional di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Senin (23/10/2023).
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjadi narasumber seminar kepemimpinan nasional di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Senin (23/10/2023).

Jadi, intinya, pemimpin adalah yang bisa bertanggung jawab dan inti dari tanggung jawab ada pada kata jawab

GOWA, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjadi narasumber seminar kepemimpinan nasional di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Senin (23/10/2023). Di hadapan mahasiswa Danny bicara pemimpin dan beratnya tantangan di masa depan.

Seminar dihadiri ribuan mahasiswa UINAM dari berbagai fakultas dan jurusan. Seminar diadakan oleh Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Danny mengatakan semua orang memiliki potensi menjadi seorang pemimpin. Paling tidak jadi pemimpin untuk dirinya sendiri.

Baca Juga

"Sesungguhnya diri kita ialah pemimpin atas diri sendiri. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Makanya memimpin harus dimulai dari diri sendiri dulu. Jangan jadi orang malas yang tidak bisa memimpin dirinya," kata Danny.

"Pemimpin itu kuncinya pertanggungjawaban. Jadi, intinya, pemimpin adalah yang bisa bertanggung jawab dan inti dari tanggung jawab ada pada kata jawab," tuturnya.

Untuk bisa menjawab, seorang pemimpin harus mempunyai pertanyaan. Sehingga kemampuan pertama yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah mendengar.

Selain itu, para mahasiswa atau pemuda harus memiliki kemampuan adaptif leadership atau kepemimpinan yang adaptif untuk menggapai masa depan. Apalagi di tengah transformasi teknologi yang ada.

"Dahulu yang kuat yang menang tetapi sekarang mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat ialah pemimpin masa depan. Makanya adaptif leadership sangat dibutuhkan," ucapnya.

Selanjutnya ialah kemampuan daya tahan atau resiliensi menghadapi kesulitan, mampu memberikan solusi sehingga merekalah orang yang unggul.

Dia juga menekankan bahwa kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Dunia mengahadapi empat bencana global yakni bencana populasi, perubahan iklim, pandemi dan perang Rusia-Ukraina.

Bencana populasi dapat pula menyebabkan terjadinya krisis pangan. Olehnya dirinya membuat program Gerakan Terus Menanam terutama di Lorong Wisata sehingga masyarakat punya daya tahan terhadap pangan.

"Itulah mengapa saya mengajak untuk menanam pangan di lorong agar Makassar bisa survive di masa depan. Tetapi semoga bencana pangan ini semoga tidak terjadi," ungkapnya.

Pun para mahasiswa harus punya visi jauh ke depan, menembus ruang dan waktu.

Ia memisalkan, seperti program prioritas Pemkot Makassar yang awalnya Lorong Garden terus dikembangkan hingga kini menjadi Lorong Wisata (Longwis).

Termasuk program Makassar Metaverse dengan kendaraan listriknya, Co'mo juga merupakan pemikiran visioner.

Editor : Muh. Syakir
#Pemkot Makassar
Berikan Komentar Anda