Telan Ratusan Juta, Rehabilitasi SDN 16 Bittuang Tator Dinilai Asal-asalan
Kepala Dinas Pendidikan Tator Andarias Lebang mengaku belum bisa memberi banyak penjelasan.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Pembangunan proyek rehabilitasi UPT SDN 16 Bittuang yang menelan anggaran ratusan juta rupiah menuai kritik. Proyek ini diduga dikerjakan asal-asalan.
"Hasil kerjanya amburadul. Asal-asalan. Hasil kerjanya tidak sebanding dengan anggarannya yang besar," ujar Kepala Lembang Sasa' Kecamatan Bittuang, Benyamin Bongga Karua, Sabtu (18/11/2023/).
Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan pagu anggaran Rp290 juta. Proyek dikerjakan oleh CV. Nur Auliyaa.
Menurut Benyamin, ia menerima banyak laporan dari warga soal kualitas proyek SDN 16 Bittuang. Warga melaporkan pengerjaan proyek yang buruk.
"Jadi begini pak bagus juga kalau kita datang melihat ini supaya ada perubahan. Karena ini proyek sempat saya tegur pemasangan atap sengnya karena tidak rapi pekerjaannya. Sebagian baloknya tidak diganti. Saya sudah tegur kontraktornya namun mereka tidak mendengar," terang Benyamin.
Ia menduga, proyek ini dikerja asal jadi. Banyak bagian yang tidak layak.
"Ya besar harapan kita agar proyek ini ada tim dari dinas pendidikan turun melihat. Saya lihat di sana selama dikerja tidak ada tim yang turun sehingga pekerjaannya terkesan asal-asalan," terang Benyamin.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Tator Andarias Lebang mengaku belum bisa memberi banyak penjelasan. Ia mengatakan, akan mengecek kebenarannya.
"Nanti saya telpon ya saya masih ada rapat," singkatnya.
Sementara itu konsultan perencanaan proyek, Peres Rano Pasanda yang dikonfirmasi mengaku tidak ada yang salah dari proyek itu. Sebab statusnya memang rehab.
"Namanya juga rehab pasti yang dikerja yang rusak. Yang dikerja itu jendela, kuncinya, enselnya. Kemudian pengecekan kusen, plafon atap seng not kuda - kuda gording lisplang. Kemudian ada juga pekerjaan beton itu semua mi yang dikerja," kata Peres.
Sementara itu PPK, Robi mengatakan, bahwa proyek tersebut memang awalnya tidak dikerja pada bagian lantai. Tetapi setelah pembongkaran banyak yang rusak.
"Memang awalnya proyek tersebut tidak dikerja bagian tegelnya tapi setelah dibongkar banyak yang rusak sehingga kita lakukan CCO. Makanya sebagian tegelnya kita ganti," ungkap Robi.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
