Muh. Syakir : Sabtu, 25 November 2023 18:49
Rapat banggar DPRD Gowa yang membahas politisasi bantuan ke petani.

GOWA, PEDOMANMEDIA - DPRD Gowa berjanji akan mengusut dugaan politisasi bantuan pompa kepada kelompok tani yang mengatasnamakan parpol tertentu. Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura diminta menyerahkan semua data penerima bantuan.

"Secara kelembagaan, DPRD Gowa meminta data semua penerima bantuan. Tim verifikasi akan dibentuk dan hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan untuk selanjutnya akan dikaji langkah DPRD Gowa," ujar

Anggota DPRD Gowa, Andi Lukman Naba, Sabtu (25/11/2023).

Menurut Andi Lukman, jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran bantuan, maka bisa saja dibentuk pansus. Andi Lukman berharap data dari dinas terkait bisa segera diserahkan.

"Kita terima dulu datanya karena dinas terkait belum serahkan datanya ke DPRD Gowa," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat banggar, terungkap salah satu mantan direksi perusahaan daerah telah melakukan politisasi bantuan jenis pompa ke puluhan kelompok tani. Ia diduga menyalurkan bantuan dengan mengatasnamakan parpol tertentu.

"Direksi ini membagikan bantuan atas nama partai tertentu dan diduga para kelompok penerima menandatangani pakta integritas berupa pernyataan dukungan terhadap parpol itu. Ini yang, akan kita usut," ujar Dian Puspitasari, Legislator DPRD Gowa asal dapil V.

Bahkan dirinya menerima laporan dan data bahwa selain bantuan dipolitisasi, beberapa penerima diketahui bukan dari kelompok tani.

"Jadi ada dugaan bantuan salah sasaran. Ada traksaksi terjadi, di mana bagi kelompok penerima wajib menyetor dana ke pihak tertentu. Data ini masih harus kami validasi agar tidak menjadi bias dan bisa dipertanggungjawabkan," tandasnya.

Selain itu, temuan serupa juga menjadi perbincangan di rapat banggar Gowa. Politisi PDIP, Andi Wittiri juga diduga melakukan hal yang sama.

"Hampir semua kelompok tani di datatan tinggi kini diarahkan untuk memilih partai tertentu. Bantuan pompa, bibit juga tabung elpiji menjadi alat untuk memengaruhi kelompok tani. Temuan ini juga akan kami bahas lebih lanjut," jelas Hasmollah politisi dari Nasdem.

Dari informasi yang didapat PEDOMANMEDIA, ada banyak masalah yang terjadi dalam penyaluran bantuan pertanian di Gowa. Selain politisasi, juga terjadi 'penyelundupan' bantuan ke daerah lain.

Bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi poktan Gowa, justru dialihkan ke daerah lain. Ada dugaan para pengurus bantuan terlibat transaksi terselubung dengan kelompok pengusaha dari kabupaten lain.