JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan jika klaster perkantoran terus menyumbang angka kasus Corona, maka work from home (WFH) total bisa saja dilakukan. Seluruh instansi dimungkinkan ditutup selama PPKM.
"Kita akan evaluasi setiap pekan. Kalau perkantoran memberi angka kenaikan kasus, kita akan tekan di situ. Jadi bisa saja WFH total. 100% kerja di rumah," terang Tito, Jumat (8/1/2021).
Menurut Tito, evaluasi akan dilihat selama masa PPKM mulai 11 Januari nanti. Tak hanya terbatas wilayah Jawa dan Bali, evaluasi juga tertuju pada beberapa wilayah di Sulawesi dan Kalimantan. Dua daerah ini turut mencatat kenaikan kasus dalam sebulan terakhir.
Tito mengungkapkan, akan dilakukan langkah-langkah pengetatan yang lebih keras untuk menghilangkan interaksi sosial. Agar tidak terjadi kerumunan, atau kenaikan kurva yang justru pada saat PPKM.
Sementara itu angka kasus Corona di instansi Pemkot Makassar memburuk dalam dua pekan terakhir. Hasil swab test sudah lebih 100 orang terinfeksi dan satpol pamong praja menjadi klaster terbanyak.
Sejauh ini Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin belum mengumumkan rencana penghentian sementara pelayanan tatap muka. Padahal sejumlah instansi sudah mencatat kenaikan kasus cukup tinggi.
Terkonfirmasi Jumat (01/01/2021) dini hari, sekitar 66 personel satpol PP yang dinyatakan positif. Sebelumnya hanya terkonfirmasi sekitar 41 orang di hari yang sama.
Selain di lingkup Satpol PP, juga ada belasan penghuni gedung DPRD Makassar yang sebelumnya diberitakan positif. Lima di antaranya merupakan anggota dewan. Lima lainnya adalah staf.
Beberapa instansi saat ini tengah dalam tahap pemeriksaan. Hasil swab instansi pemkot dimungkinkan rampung pekan ini.
Rudy mengaku pihaknya kini bersiap menghadapi lonjakan kasus setelah libur akhir tahun. Momentum ini dikhawatirkan menjadi pemicu munculnya klaster klaster baru.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sudah mengingatkan bahwa lonjakan kasus bisa terjadi di instansi karena tingginya interaksi antarpegawai. Rumah sakit juga diingatkan akan adanya potensi lonjakan kasus Corona usai libur akhir tahun. Libur panjang kata Menkes selalu menjadi awal naiknya kurva pandemi.
"Harus ada upaya antisipasi. Karena libur panjang selalu menjadi permulaan dari setiap lonjakan kasus. Sarana harus siap di rumah sakit," terang Budi.
Menurut Budi, ada dua poin krusial dalam mengantisipasi keadaan itu. Pertama, pemerintah akan mendrop sarana berupa ketersediaan tempat tidur di ruang rawat inap. Lalu yang kedua menambah SDM. Terutama perawat yang jumlahnya belum ideal.
"Tenaga dokter kita cukup. Ruangan juga di rumah sakit rata rata masih memungkinkan untuk ditambah tempat tidur. Sekarang yang dibutuhkan tambahan perawat untuk pasien," papar Budi.
Budi menjelaskan, perawat pasien harus ditambah untuk mengantisipasi naiknya angka kasus. Momen libur dalam dua tahap kata dia, memberi banyak faktor naiknya kasus Corona karena terjadi interaksi yang tinggi.
BERITA TERKAIT
-
Pemerintah Segera Umumkan Skema WFH untuk ASN
-
Inflasi di Daerah Naik Turun, Tito Singgung Kinerja Kepala Daerah
-
Tito dan Maruarar Puji Inovasi Layanan Publik Makassar: Cepat-Transparan
-
Tito Ungkap Kerugian Negara di Kasus Beras Oplosan Hampir Rp100 Triliun
-
Sah! Mendagri Setujui Andi Zulkifly jadi Sekda Makassar