Minggu, 07 Januari 2024 10:30

Telan Rp1,7 Miliar, Proyek Polindes Belau Tator Mangkrak

Proyek rehabilitasi Polindes Belau Tana Toraja.
Proyek rehabilitasi Polindes Belau Tana Toraja.

Rudy mengaku belum ada pencairan. Dana akan dicairkan setelah proyek masuk pada bobot 90 persen.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Proyek rehabilitasi Polindes Belau Tana Toraja menuai sorotan setelah mandek sejak Desember 2023. Proyek yang menelan anggaran Rp1,7 miliar itu disebut telah melewati batas akhir penyelesaian.

Sekretaris Daerah Tana Toraja yang juga mantan Kadis Kesehatan, Rudy Andilolo mengakui terjadi keterlambatan para proyek Polindes Belau. Rudy menyebut kontraktor telah dikenakan denda keterlambatan.

"Seharusnya memang kelar Desember lalu, tapi sampai sekarang belum selesai. Ini sudah masuk tahapan denda," jelas Rudy yang dikonfirmasi Minggu (7/1/2024).

Baca Juga

Proyek ini dikerjakan oleh CV Ikha Utama dengan nilai kontrak Rp1.736.433.000.00 (Rp1,7 miliar lebih). Anggaran proyek bersumber dari APBN.

Rudy menjelaskan, ia belum mengetahui secara rinci bobot pekerjaan hingga saat ini. Namun berdasarkan ketentuan proyek harusnya sudah rampung sejak Desember lalu.

Meski terjadi kemandekan, Rudy masih yakin proyek akan selesai. Ia akan mendesak kontraktor agar mempercepat penyelesaian.

"Pekerjaan itu akan selesai dengan baik dan akan diikuti sesuai dengan tahapan denda," katanya.

Soal pencairan, Rudy mengaku belum ada pencairan. Dana akan dicairkan setelah proyek masuk pada bobot 90 persen.

"Dana spesifik grand itu. Kita bayar setelah proyek selesai," beber Rudy.

Sebelumnya proyek tersebut juga sempat mendapat sorotan dari masyarakat. Karena diduga menggunkan pasir lokal dan pengerjaannya terkesan asal-asalan.

 

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Tator
Berikan Komentar Anda