Selasa, 12 Januari 2021 14:56

Presiden Jokowi Divaksin Corona Besok, Menkes Sibuk Bolak-balik Istana

Joko Widodo
Joko Widodo

Pihak Kemenkes tampak sibuk bolak balik Istana untuk memastikan proses vaksinasi berjalan baik. Menkes juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan Istana.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang divaksin Corona, Rabu (13/1/2021) besok. Rencana ini membuat kesibukan tim Kemenkes RI mulai sangat padat sejak pagi tadi.

Rencana vaksinasi kepala negara disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

"Rencana besok pagi penyuntikan vaksin perdana untuk Presiden. Kami (Sekretariat Presiden) sedang mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pengaturan tata cara vaksinasi," kata Bey.

Baca Juga

Kata Bey, saat penyuntikan perdana tersebut juga akan disiarkan secara live streaming.

"Jadi prosesnya seperti apa, bisa dilihat langsung besok," ucap Bey.

Adapun sebelumnya Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan Presiden Jokowi akan mendapatkan jatah vaksin dari Sinovac. Rencana ini juga ditindaklanjuti dengan koordinasi Istana dengan Kemenkes.

Pihak Kemenkes tampak sibuk bolak balik Istana untuk memastikan proses vaksinasi berjalan baik. Menkes juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan Istana.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19. Hal itu bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah.

Tak hanya Jokowi, pejabat lainnya seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga akan disuntikkan vaksin buatan Sinovac tahap pertama bersama Jokowi.

Adapun Badan Pengawas obat dan Makanan telah mengeluarkan izin edar darurat untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac. BPOM menyatakan vaksin buatan Sinovac telah lulus uji keamanan dan keampuhan.

BPOM menyatakan tingkat efikasi (keampuhan) dari vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebesar 65,3 persen. Angka tersebut telah melebihi ambang batas minimal yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) yakni sebesar 50 persen.

Editor : Muh. Syakir
#Vaksin Corona #Presiden Jokowi #Joko Widodo #Kemenkes
Berikan Komentar Anda