Selasa, 12 Januari 2021 15:59

Vaksinasi Covid-19 di Nabire Dimulai Pertengahan Januari

Jubir Satgas Covid-19 Nabire dr Frans Sayori.
Jubir Satgas Covid-19 Nabire dr Frans Sayori.

Vaksinasi juga bukan hal satu-satunya yang bisa memutus mata rantai dan seseorang bisa dijamin terbebas dari corona, tetapi masyarakat juga perlu untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. 

NABIRE, PEDOMANMEDIA - Juru Bicara Tim Covid-19 Kabupaten Nabire dr Frans Sayori mengatakan, saat ini vaksin Covid-19 sudah berada di Provinsi Papua. Untuk Nabire, terdapat 18 tempat layanan vaksin dan dimulai pertengahan Januari.

Tempatnya di RSUD Nabire, 15 puskesmas, 1 Poliklinik Polres dan 1 Poliklinik TNI atau Polban. 18 tempat pelayanan ini sudah dilengkapi dengan aplikasi Pcare (Primary Care). 

Vaksin bakal didistribusikan ke setiap daerah setelah data penduduk yang akan divaksin dari kabupaten terkumpul. 

Baca Juga

“Vaksin sudah ada di provinsi dan mereka akan serahkan ke kabupaten setelah data jumlah orang yang akan divaksin dari kabupaten terkumpul,” kata Sayori.

Dijelaskan Sayori bahwa sebelum melakukan vaksinasi, tentunya tim dokter atau medis akan memeriksa atau melakukan screening terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi seseorang apakah ia betul-betul sehat atau tidak dan layak divaksin.

“Kalau ada penyakit comorbid seperti gula, sakit jantung, hipertensi, ginjal, kemudian kalo dia ada riwayat program seperti program TBC, HIV, lalu dia ada punya riwayat alergi, lalu dalam kondisi Hamil dan menyusui, maka ia tidak bisa di vaksin,” terangnya.

Ia menjelaskan, nantinya setelah diperiksa dan dinyatakan sehat, namun seseorang masih ragu-ragu dan masih tidak mau divaksin, maka orang tersebut akan menandatangani surat pernyataan bahwa belum bersedia untuk di vaksin. 

“Kalau dia sudah dinyatakan sehat, namun dia masih ragu-ragu dan masih tidak mau, monggo dan silahkan, dia akan tandatangan surat pernyataan bahwa belum bersedia untuk di vaksin,” tuturnya. 

Ia menambahkan jika seseorang sudah benar-benar sehat dan bersedia untuk di vaksin, maka nantinya ia akan maju ke meja tiga untuk di vaksin oleh vaksinator, yaitu orang yang sudah di latih dan dibekali untuk menyuntik. Menurut Sayori, vaksinator tersebut adalah orang berkompeten dan tidak sembarang orang.

“Jadi setelah divaksinasi, langsung data kita terkirim ke pusat secara online dan mereka yang sudah divaksin bisa mendapatkan sertifikat vaksin," katanya.

Ketika ditanya soal kapan vaksinasi mulai dilakukan di kabupaten Nabire, Sayori mengatakan bahwa setelah tanggal 14 atau 15, dimana tanggal 13 Januari nanti Presiden Jokowi merupakan orang pertama di Indonesia yang akan melakukan vaksin, dan menyusul vaksinasi kepada pimpinan di Provinsi Papua pada 14-15 Januari.

“Jadi setelah tanggal 13 Januari dimana Presiden Jokowi sudah melakukan vaksin di Jakarta, kemudian tanggal 14-15 Januari pimpinan di provinsi juga melakukan vaksin, maka setelah tanggal tersebut baru vaksinasi di Kabupaten Nabire bisa dilakukan,” demikian terang Sayori. 

Sayori juga mengingatkan bahwa terkait tempat penyimpanan vaksin di freezer, harus di jaga minimal berada di suhu 2-8 derajat celsius, karena itu Sayori menghimbau kepada PLN Nabire untuk tidak mematikan Listrik.

Diakhir pembicaraannya, dokter Sayori menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Nabire, agar tidak termakan isu-isu miring terkait vaksinasi Covid-19 ini, dan mengajak semua pihak untuk bertanya dan mendengarkan penjelasan dari pihak yang berkompeten.

“Jadi pesan saya, supaya jelas, mari dengar ke narasumber yang betul-betul kompeten. Jangan dengar isu-isu di luar sana, di media, di TV, di medsos lah, yang banyak sekali berita-berita hoax. Vaksinasi ini bukan barang baru, dari dulu kita sudah vaksin cacar, campak, dan segala rupa itu tidak ada yang mati karena itu. Tujuan vaksinasi adalah memberikan daya tahan tubuh atau kekebalan tambahan kepada seseorang supaya dia kuat, dalam hal ini daya tahan imunnya kuat untuk bisa melawan Covid-19,” tuturnya. 

Ditambahkan Sayori bahwa niat baik pemerintah tersebut seyogyanya didukung oleh semua masyarakat, karena baginya Pemerintah adalah wakil Allah. 

"Sekali lagi, tidak ada tujuan buruk untuk Vaksinasi. Kalo besok Jokowi divaksinasi kemudian dia mati, maka kita bubar semua, kan begitu,” tegas Sayori.

Sayori menambahkan pula bahwa vaksinasi juga bukan hal satu-satunya yang bisa memutus mata rantai dan seseorang bisa dijamin terbebas dari corona, tetapi masyarakat juga perlu untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. 

“Jadi vaksin bukan satu-satunya hal agar kita bisa menang terhadap virus corona, tetapi protokol kesehatan tetap kita jalankan, pake masker, jaga jarak, cuci tangan, kita lakukan 3T yaitu Trace, Test dan Treat tetap kita jalankan, dan ditambah dengan vaksinasi," jelasnya.

"Mudah-mudahan Tuhan tolong kita semua bisa menang melawan virus corona, sehingga pandemi ini bisa berakhir di seluruh dunia, dan kita bisa kembali kepada kehidupan kita yang normal seperti dulu lagi,” pungkasnya.

Penulis : Jackson Ikomou
Editor : Jusrianto
#Vaksin Corona #Covid-19 Nabire
Berikan Komentar Anda