Rabu, 21 Februari 2024 18:09

Akademisi dan Ketua FPI Nilai Bawaslu Jeneponto Tak Punya Nyali

Dosen Unpac, Hardianto Haris (kiri) dan Ketua FPI Jeneponto, Abd. Jalil (kanan). (IST)
Dosen Unpac, Hardianto Haris (kiri) dan Ketua FPI Jeneponto, Abd. Jalil (kanan). (IST)

Bawaslu Jeneponto seharusnya bisa bertindak tegas dengan mengambil langkah hukum.

JENEPONTO, PEDOMANMEDIA - Akademisi dari perguruan tinggi Universitas Pancasakti (Unpac) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Hardianto Haris menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jeneponto, tak punya taji untuk memproses hukum dua pemuda pembobol kotak suara di kantor PPK Kecamatan Bangkala Barat.

Kata Hardianto Haris, pembobolan kotak suara merupakan bentuk kelalaian semua pihak yang terlibat. Seperti PPK, Panwas dan Kepolisian.

Olehnya itu, Bawaslu Jeneponto seharusnya bisa bertindak tegas dengan mengambil langkah hukum.

Baca Juga

"Jika hal ini tidak dilakukan oleh Bawaslu maka Bawaslu harus di evaluasi dengan baik," kata Hardianto Haris kepada wartawan, Rabu (21/2/2024).

Eks Ketua Partai PSI Jeneponto itu berharap, pihak kepolisian bisa segera mengusut kasus tersebut, dengan mengintrogasi dua pemuda itu.

"Apa motifnya sehingga dia nekat melakukan tindakan pembobolan, jika pengakuan pelakunya nekat melakukan ini karena ingin memenangkan peserta kontestasi, maka peserta kontestasi pun harus ditindak secara hukum," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Front Persatuan Islam (FPI) Jeneponto, Abdul Jalil.

Ia menyebut Bawaslu Jeneponto tak punya nyali terkait permasalahan ini. Padahal pelanggarannya sudah jelas sekali dengan niat jahatnya.

"Bawaslu harus tegas dan konsisten kalau mau demokrasi jalan sesuai dengan jalurnya," tandasnya.

 

Penulis : Akbar Razak
Editor : Rahma Amin
#Bawaslu Jeneponto #FPI
Berikan Komentar Anda