Muh. Syakir : Jumat, 01 Maret 2024 14:09
MTQ dan Festival Seni Qasidah ke-55 Kecamatan Simpang Empat resmi ditutup Kamis malam (29/01/2024).

ASAHAN, PEDOMANMEDIA - MTQ dan Festival Seni Qasidah ke-55 Kecamatan Simpang Empat resmi ditutup Kamis malam (29/01/2024). Kegiatan ini diharapkan makin banyak melahirkan hafidz dan hafidzah masa depan di Asahan.

Hadir pada acara penutupan, Sekretaris Kominfo Pemkab Asahan, Camat Simpang Empat beserta jajaran. Turut pula Anggota DPRD Kabupaten Asahan Fraksi PAN, kepala desa se-Kecamatan Simpang Empat , tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Ketua panitia pelaksana, Nasruddin menyampaikan apresiasi kepada Forkofimcam beserta seluruh staf kecamatan, para kepala desa serta semua lapisan masyarakat kecamatan yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Di kesempatan tersebut Camat Simpang Empat Kamarul Zaman mengatakan, suksesnya acara ini berkat kontribusi semua pihak. Ia pun mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan MTQ dan Festival Seni Qasidah tahun 2024.

"Kepada semua pihak kami dari pemerintah Kecamatan Simpang Empat mengucapkan terima kasih dalam suksesnya pelaksanaan MTQ dan Festival Seni Qasidah tahun 2024," ucapnya.

Kamarul mengemukakan, kepada yang berhasil mendapatkan juara agar terus berlatih. Adapun kepada yang belum berhasil diharapkan jangan merasa putus asa,.

"Jadikan ini motivasi bagi kalian untuk dapat berlatih lebih keras lagi untuk mendapatkan yang terbaik," ucapnya.

Di tempat yang sama anggota DPRD Kabupaten Asahan dari fraksi PAN Syaddat Nasution mengatakan, pelaksanaan MTQ dan Festival Seni Qasidah 2024 sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan yakni masyarakat Asahan Sejahtera Religius dan Berkarakter.

Syaddat, berharap akan lahir hafidz dan hafidzah 30 juz dari Kecamatan Simpang Empat.

Bupati Asahan pada pidato tertulisnya dibacakan oleh Sekretaris Kominfo Kabupaten Asahan Arbin Ariadi Tanjung Menyampaikan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Festival Seni Qasidah yang dilaksanakan pada dasarnya merupakan program pemerintah yang bersifat nasional. Pelaksanaannya diharapkan bukan sebagai kompetisi saja tapi ketika membaca Al-Quran diharapkan menjadi inspirasi dan spirit dalam menjalankan pembangunan di Kabupaten Asahan.

"Pelaksanaan musabaqah merupakan sebuah wahana dalam rangka memacu pengembangan tilawah, hafalan serta pendalaman isi Al Quran", ucap Arbin.