Selasa, 12 Maret 2024 13:10

Analisis Politik: Masih Sulit Temukan Lawan Sepadan Andi Utta di Pilkada Bulukumba

Andi Muchtar Ali Yusuf
Andi Muchtar Ali Yusuf

Suwadi Idris Amir menilai sampai hari ini Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta akan tetap menjadi petahana paling kuat.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Aroma pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kabupaten Bulukumba, mulai terasa. Sejumlah figur digadang-gadang akan ikut kontestasi pada November 2024 mendatang.

Dari pantauan PEDOMANMEDIA, beberapa wajah lama kembali mencuat, seperti mantan calon bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, mantan calon wakil bupati Bulukumba Arum Spink, hingga pengurus DPP Partai Golkar Jamaluddin M Syamsir (JMS).

Selain itu, figur baru seakan tak ingin "ketinggalan kereta". Pun, ada yang sudah pasang "kuda-kuda" memberi kode untuk siap tarung. Kode yang sekaligus menunjukkan kesiapannya menatap perhelatan pesta demokrasi lokal.

Baca Juga

Seperti Ambo Upe atau Ambo Dampang, di mana balihonya sudah terpajang di beberapa daerah-daerah strategis di Kota Bulukumba. Baliho itu menjadi isyarat ke publik sebagai jalan menuju Pilkada Bulukumba.

Selanjutnya ada politikus PPP yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Bulukumba 2019-2024, H Rijal. Ia sudah melempar wacana berupa desain baliho di salah satu grup WhatsApp dengan jargon 'Menatap Masa Depan Bulukumba 2024'.

Teranyar, dua legislator perempuan dari PKB juga ikut dibincangkan. Mereka adalah Andi Erlina Halmin dan Andi Soraya Widyasari. Keduanya menjadi bagian dari 6 kader PKB yang bakal disiapkan ke ring Pilkada Bulukumba.

Di sisi lain, petahana belum menentukan sikap politiknya, apakah masih ingin maju atau tidak lagi di Pilkada nanti.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf belum pernah menyinggung soal Pilkada. Ia masih memilih fokus bekerja untuk kepentingan rakyat. Begitupun dengan Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf. Hingga kini, ia juga belum bersikap.

Pengamat politik Unhas Makassar, Prof Sukri Tamma berpendapat bahwa partai-partai politik kecenderungannya masih menunggu hasil akhir dari Pileg, setelah rekapitulasi suara nasional rampung.

Menurutnya setelah perhitungan suara Pileg berakhir, maka partai politik sudah mulai hitung-hitungan kursi, serta melirik, mencermati hingga menimbang kandidat yang ada.

"Sampai saat ini, posisi yang kuat dan paling bagus peluangnya adalah petahana. Entah berpasangan kembali atau kemudian kemungkinannya berpisah. Tergantung bagaimana kesepakatan di antara mereka partai-partai pengusul," ujar Sukri Tamma kepada PEDOMANMEDIA, Senin (11/3/2024) malam.

Ia berpandangan selain petahana, wajah-wajah lama yang selama ini mewarnai dinamika Pilkada Bulukumba juga patut diperhitungkan. Semisal ketua DPD Partai NasDem Bulukumba, Arum Spink yang namanya selalu muncul.

"Beberapa nama dari PKB juga sudah dimunculkan. Ini akan menjadi sebuah dinamika yang menarik," urai Sukri Tamma.

Apalagi, katanya, Bulukumba memang selama ini selalu menjadi Pilkada yang dinamis dan cukup ketat. Dengan demikian, Pilkada Bulukumba selalu memunculkan nama-nama alternatif untuk bersaing.

"Saat ini juga nama-nama baru akan muncul. Seingat saya di Golkar ada nama Jamaluddin Syamsir yang juga akan ikut serta," ungkapnya.

"Namun kan masih menunggu nama-nama yang ada sembari menunggu hasil akhir dari Pileg, partai apa yang berkoalisi dan mengusul kandidat," sambung Sukri Tamma.

Direktur PT Indeks Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir menilai sampai hari ini Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta akan tetap menjadi petahana paling kuat. Sebab lawan-lawannya jika mau menghadapi petahana, maka harus siap segala-galanya.

"Dia (penantang) harus siap memiliki kos politik yang besar karena Andi Utta adalah petahana yang memiliki kos politik kuat," jelas Suwadi Idris Amir.

Kemudian untuk melawan petahana, lanjutnya, harus ada bangunan koalisi yang kuat, di mana calon yang melawannya harus memiliki kekuatan finansial. "Ini yang berat kalau yang muncul adalah figur-figur lama," ujar Suwadi Idris Amir.

Suwadi menguraikan untuk peluang mengalahkan Andi Utta, maka harus ada figur baru atau pun tokoh-tokoh yang memiliki kekuatan finansial yang kuat dan mampu membentuk koalisi partai yang besar.

"Jadi kajian kami di PT IPI, kalau Andi Utta kembali maju, baik bersama Andi Edy Manaf maupun ganti pasangan, dia masih sangat besar peluangnya untuk mengunci kemenangan di Pilkada 2024," imbuhnya.

Sementara, analis politik Bulukumba Dr Muhammad Asbar berpendapat bahwasanya Andi Utta yang berstatus petahana akan lebih percaya diri dalam menatap Pilkada 2024. Isu 'keberlanjutan', memungkinkan dipakai oleh petahana untuk kembali maju di Pilkada 2024.

Apalagi, kata Asbar, ada banyak hal yang bisa divalidasi oleh masyarakat terkait prestasi pembangunan dari pasangan Andi Utta-Andi Edy Manaf, yang periodenya terbilang singkat karena aturan Pilkada serentak 2024.

"Yang jadi pertanyaan, apakah Andi Utta dan Andi Edy Manaf masih berpaket atau tidak di Pilkada 2024?. Situasi yang belum jelas ini memungkinkan nama-nama yang bermunculan sebagai calon bupati dan wakil bupati Bulukumba. Bisa menjadi referensi baru bagi Andi Utta untuk menggandeng calon wakil bupati, apabila tidak jadi berpasangan dengan Andi Edy Manaf," jelasnya.

Asbar menuturkan soal nama-nama yang muncul sebagai panantang, terlihat belum serius untuk maju di Pilkada Bulukumba. Apalagi dalam waktu dekat, tahapan Pilkada 2024 sudah mulai berjalan.

"Mestinya sudah jauh hari, nama-nama yang bermunculan itu membangun kekuatan yang serius untuk melawan petahana sebagai antitesis pemerintahan saat ini. Atau jangan-jangan ada yang punya niatan untuk menggeser Andi Edy Manaf sebagai pasangan Andi Utta di Pilkada Bulukumba?," tukasnya.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Pilkada Bulukumba #Bupati Bulukumba Andi Mukhtar Ali Yusuf
Berikan Komentar Anda