Muh. Syakir : Senin, 18 Januari 2021 09:19
Gempa yang meluluhlantakkan Sulbar merusak 27 sekolah. (INT)

MAMUJU, PEDOMANMEDIA - Kementerian Pendidikan mengonfirmasi sedikitnya 27 sekolah rusak akibat gempa di Sulawesi Barat. 27 sekolah ini, 14 di antaranya di Mamuju, 10 di Majene dan 3 di Kabupaten Mamasa.

Mendikbud Nadiem Makarin mengatakan akan menurunkan tim untuk merestrukturisasi sekolah secepatnya. Ia meminta agar proses belajar mengajar bisa tetap berjalan.

"Kita akan menurunkan tim untuk menangani anak anak sekolah di lokasi terdampak. Terutama mengupayakan secepatnya agar proses belajar mengajar tidak vakum terlalu lama," ujar Nadiem.

Nadiem menyampaikan keperihatinan mendalam atas musibah gempa yang mengguncang Sulbar. Ia mengajak agar anak anak di lokasi bencana mendapatkan perhatian lebih.

"Semoga tetap semangat dalam situasi yang sulit dan kita dapat segera bangkit dari musibah ini," kata Nadiem.

Sebelumnyam Plt Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud Hendarman telah menyebutkan, ada sebanyak 10 sekolah di Kabupaten Majene dan 14 sekolah di Kabupaten Mamuju yang mengalami kerusakan.

Lalu, ada juga 3 sekolah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Mamasa.

Di Kabupaten Mamuju, kata dia, lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan yakni SDN Inp. Tajimane, SDN 2 Tapalang, SDN Serang, dan SDN Taan Galung, SMPN 3 Mamuju.

Sedangkan tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori sedang, yakni SDN Inp. Kasambang, SMPN 2 Tapalang, dan SMAN 2 Tapalang.

Sekolah dalam kondisi rusak berat yakni SMKN 1 Rangas, SMPN 2 Mamuju, TK Pembina Terpadu, TK Alquba Kasiwa, TK Aisyah Axuri, dan TK Anggrek Pampioang.

Sementara di Kabupaten Majene, terdapat lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori berat antara lain TK Pertiwi Malunda, SDN 18 Inp. Banua, SDN 004 Mekatta, SMKS Bunga Bangsa, dan SMKN 6 Majene.

Dua sekolah dengan kerusakan kategori sedang adalah SDN 009 Sasende dan SDN 12 Inpres Pettabeang. Tiga sekolah dengan kerusakan kategori ringan antara lain SDN 16 Tanisi, SMP 1 Malunda, dan SMAN 1 Malunda.

Sedangkan Kabupaten Mamasa terdapat tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan, yakni SDN 008 Pangandaran, SDN 10 Baruru, dan SMPN 4 Aralle.

Dia menjelaskan, kerusakan kategori berat akibat gempa, antara lain bangunan sekolah dan dinding sebagian besar roboh. Sementara itu untuk kategori sedang, yakni plafon sekolah jebol, atap roboh, ada beberapa dinding roboh dan retak sebagian.

Dia menyatakan, Kemendikbud telah menurunkan tim untuk membantu satuan pendidikan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang terkena dampak gempa.

Kemendikbud saat ini telah membuka Posko di dua lokasi, yakni Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Msyarakat (BP PAUDDIKMAS) di Kabupaten Mamuju dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Kabupaten Majene.

Bahkan, Kemendikbud telah turun ke lapangan dalam memberikan bantuan darurat kebutuhan pokok bagi para korban diantaranya makanan, pakaian, tenda darurat, dan peralatan belajar.

"Tim dari LPMP dan BP PAUDDIKMAS Sulawesi Barat langsung terjun ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan pokok yang darurat bagi para korban," sebut Hendarman.