Rabu, 27 Maret 2024 14:46

Nekat Ambil Bantuan Kemanusiaan yang Jatuh ke Laut, 12 Warga Gaza Tewas Tenggelam

Bantuan kemanusiaan  yang dijatuhkan dari udara di wilayah Gaza. (int)
Bantuan kemanusiaan yang dijatuhkan dari udara di wilayah Gaza. (int)

Pentagon tidak mengonfirmasi apakah ada yang tewas saat mencoba mengambil paket bantuan yang jatuh ke lautan tersebut.

GAZA, PEDOMANMEDIA - 12 warga Gaza tewas saat berusaha mengambil bantuan kemanusiaan yang dijatuhkan dari udara di lepas pantai Gaza. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan, 12 warga sipil itu tewas tenggelam digulung ombak.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (27/3/2024), pesawat-pesawat dari Yordania, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara lainnya telah mengirimkan bantuan makanan lewat udara atau menggunakan metode airdrop ke Jalur Gaza, meskipun para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan metode itu kurang efektif dibandingkan penyaluran via jalur darat.

Pada Selasa (26/3) waktu setempat, pesawat-pesawat dari Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab dan Jerman kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara. Pemandangan paket bantuan melayang di udara dengan parasut membuat warga Jalur Gaza berlari mendekati arah jatuhnya barang-barang tersebut.

Baca Juga

Video penyaluran bantuan via udara (airdrop) yang diperoleh Reuters menunjukkan kerumunan orang berlari menuju pantai, tepatnya di area Beit Lahia di Jalur Gaza bagian utara, saat peti-peti berisi bantuan yang diterjunkan dengan parasut dari pesawat berjatuhan dari udara.

Video kemudian menunjukkan orang-orang berdiri di dalam air dan mayat-mayat ditarik ke atas pasir.

Laporan otoritas kesehatan Palestina di Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, dan laporan Euro-Med Human Rights Monitor yang berbasis di Swiss menyebut sedikitnya enam orang tewas terinjak-injak dan 12 orang lainnya tewas tenggelam di lepas pantai Mediterania.

Dalam pernyataannya, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengakui bahwa tiga paket dari total 18 paket bantuan yang dijatuhkan dari udara ke wilayah Jalur Gaza pada Senin (25/3) waktu setempat mengalami malfungsi parasut dan terjatuh ke dalam lautan.

Namun, Pentagon tidak mengonfirmasi apakah ada yang tewas saat mencoba mengambil paket bantuan yang jatuh ke lautan tersebut.

Ini menjadi insiden terbaru dari serangkaian insiden berujung kematian selama penyaluran bantuan kemanusiaan di daerah kantong Palestina tersebut, di mana penduduknya terpaksa memakan rumput liar dan membuat roti dari pakan ternak.

Selembar kertas yang diambil dari paket bantuan yang diterjunkan pada Senin (25/3) waktu setempat memiliki tulisan dalam bahasa Arab yang menyatakan bantuan itu berasal dari AS, dengan bendera Amerika tercetak pada kertas tersebut.

Video dari lokasi menunjukkan tubuh tak bernyawa seorang pemuda diseret ke pantai, dengan seorang pria berusaha memberikan pertolongan pertama untuk menyadarkan pemuda itu sebelum seseorang di dekat pria itu kemudian mengatakan "Sudah berakhir".

"Dia berenang untuk mendapatkan makanan bagi anak-anaknya dan dia mati martir," ucap seorang pria yang tidak disebut namanya sembari berdiri di tepi pantai Gaza.

"Mereka seharusnya mengirimkan bantuan melalui perlintasan perbatasan (darat). Mengapa mereka melakukan hal ini kepada kami?" tanya pria itu.

Badan-badan kemanusiaan melaporkan hanya seperlima dari pasokan yang dibutuhkan memasuki Jalur Gaza karena Israel terus melancarkan serangan udara dan darat, yang memicu kehancuran dan menyebabkan sebagian besar wilayah itu mengalami kelaparan.

Direktur komunikasi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, Juliette Touma, mengatakan bahwa laporan insiden tenggelam itu menunjukkan cara terbaik untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan adalah dengan truk-truk yang dikelola oleh badan-badan bantuan kemanusiaan.

"Laporan tragis yang datang dari Gaza ini menjadi indikasi lainnya bahwa cara paling efisien, tercepat, dan paling aman untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan adalah melalui jalur darat dan melalui organisasi kemanusiaan termasuk UNRWA yang bekerja di lapangan," ucapnya.

Sementara itu, kelompok Hamas dalam pernyataannya menyerukan negara-negara asing untuk menghentikan penyaluran bantuan dengan parasut ke Jalur Gaza. Kelompok militan Palestina itu juga menuntut Israel, musuhnya, untuk mengizinkan lebih banyak truk bantuan memasuki Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Hamas menyerukan "segera diakhirinya operasi airdrop" dan "pembukaan perlintasan perbatasan darat segera dan cepat agar bantuan kemanusiaan bisa menjangkau rakyat Palestina".

 

Editor : Muh. Syakir
#Palestina #Bantuan Kemanusiaan
Berikan Komentar Anda