Senin, 06 Mei 2024 17:55

KSM Sipakarennu Tegaskan tak Ada Intervensi Dinas PU Makassar dalam Proyek Septic Tank

KSM Sipakarennu Tegaskan tak Ada Intervensi Dinas PU Makassar dalam Proyek Septic Tank

Ia pun berharap kepada semua pihak ikut mengawasi pekerjaan tersebut dan mendorong agar tetap berjalan sesuai aturan

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sulaiman, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sipakarennu Kelurahan Tamamaung memastikan tak ada intervensi yang dilakukan Dinas PU Makassar terkait pengadaan proyek septic tank. Program ini dijalankan sesuai prosedur.

"Program Pemberdayaan Masyarakat (swakelola) dijalankan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk dalam hal pemilihan vendor melalui proses pelelangan sederhana yang transparan dan adil. Jadi sepengetahuan kami tidak benar kalau ada intervensi dari pihak DPU," ujar Sulaiman.

Dijelaskan Sulaiman, anggaran Rp8.500.000 per unit untuk pengadaan septic tank, tidaklah hanya untuk pembelian tangki septik saja. Tetapi juga mencakup biaya pemeliharaan, instalasi, dan penyesuaian lingkungan.

Baca Juga

"Jadi khusus untuk septic tank nya sendiri kurang lebih Rp. 4.300.000 per unit dan setelah dilakukan pelelangan sederhana ditetapkan pemenang adalah PT. Rototama Berlian Plast dgn nilai penawaran sebesar Rp. 4.250.000 per unit," jelasnya.

"Malahan kami yang harusnya mengucapkan terima kasih kepada Dinas PU Makassar, karena dengan bimbingan dan masukannya sehingga kami bisa terhindar dari vendor yang ingin sekali masuk, akan tetapi kualifikasi perusahaannya tidak memenuhi dari persyaratan yang ada," tambah Sulaiman.

Begitupun perusahaan yang dari awal mendatangi atau sosialisasi ke kelurahan dan KSM, kata dia, tetap diundang untuk memasukkan penawaran, tapi mereka tidak memasukkan penawaran dengan alasan harga dengan spesifikasi tidak masuk (terlalu murah).

Diungkapkan Sulaiman, pemilihan vendor memang seharusnya dilakukan per KSM. Akan tetapi demi transparansi, efektifitas dan agar pihaknya tidak ada yang bisa diintervensi, maka pada pertemuan 23 KSM dengan DPU di Balai Kota, disepakati bahwa akan dilakukan pembukaan penawaran secara bersama sama.

"Belakangan memang saya secara pribadi mendengar bahwa ada pihak-pihak yang protes hal tersebut karena tidak bisa memasukkan vendor jagoannya. Jadi pengadaan tangki septic tidak dipengaruhi oleh faktor politik atau nepotisme, melainkan berdasarkan pada kualifikasi administrasi, teknis dan harga yang kompetitif," jelasnya.

Ia pun berharap kepada semua pihak ikut mengawasi pekerjaan tersebut dan mendorong agar tetap berjalan sesuai aturan yang ada dan hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

"Dan semoga informasi yg kami sampaikan dapat dipahami semua pihak sehingga schedule kami KSM dilapangan bisa berjalan sesuai rencana awal dan SKPD berani bersikap agar serapan anggaran bisa berjalan dengan baik," ujar Sulaiman

"Hasil dari proyek tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, termasukh dalam hal kesehatan lingkungan dan meningkatkan akses sanitasi yang layak," tutup Sulaiman

Sebelumnya pihak Dinas PU Makassar telah membantah adanya dugaan korupsi proyek septic tank, dengan mengintervensi KSM.

"Pembangunan tangki septik individual di Kota Makassar dengan alokasi pagu anggaran sebesar Rp17.854.500.000, sesuai rekening belanja hibah uang ke masyarakat dalam DPA Dinas PU tahun anggaran 2024 pada bidang sanitasi air bersih dan jasa konstruksi," ujar Kabid Sanitasi Air Bersih Dinas PU Makassar, Rahmi Indry, Sabtu (27/04/2024).

Dikatakan Rahmi, kegiatan ini berupa hibah uang ke masyarakat. Di mana uang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), dengan pendampingan TFL.

Menurut Rahmi, penggunaan dana harus sesuai RKM, yang telah dibuat. KPA dan timnya mempunyai kewajiban untuk melakukan monitoring terhadap penggunaan dana, dan kualitas hasil pekerjaan.

"Tim KPA memiliki beberapa PPTK untuk kegiatan ini dengan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk melakukan pendampingan pemberdayaan ke KSM," jelasnya.

"Dari pagu Rp17,8 miliar, peruntukannya dibagi untuk pengadaan tangki septic sebesar Rp.8.535.500.000 (lelang sederhana pemilihan vendor), yang tersebar anggaran pengelolaannya di KSM. Sedangkan sisanya untuk pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi (sosialisasi, pelaporan, dan lain-lainya) yang dikerjakan melalui pemberdayaan masyarakat bukan oleh pihak ketiga," ungkap Rahmi.

Lanjut Rahmi, metode pengadaan barang atau jasa, untuk tangki septik melalui lelang sederhana. Dilaksanakan oleh masing-masing KSM, sesuai pagu jumlah tangki septik yang terdapat di dalam RAB.

Dengan terlebih dahulu Dinas PU dari pihak KPA bersama TFL memberikan sosialisasi terkait pengadaan lelang sederhana kepada KSM. Karena masyarakat memiliki keterbatasan kompetensi sehingga diberikan sosialisasi tata cara pemilihan penyedia melalui lelang sederhana, dilakukan secara terbuka yang dilakukan di ruang Sipakatau Balai Kota.

"Adapun roses lelang dimulai dengan KSM melalui email mengundang vendor memasukkan penawaran. Di hari pembukaan penawaran, semua vendor yang diundang dipersilahkan untuk memasukkan penawarannya kemudian di evaluasi langsung oleh KSM, apakah penawaran yang dimasukkan memenuhi persyaratan, sesuai tata cara yang disampaikan saat sosialisasi dimana pemenang lelang dikembalikan keputusan ke KSM," tutup Rahmi.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Muh. Syakir
#Dinas PU Makassar
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer