Senin, 03 Juni 2024 17:41

Menakar Kekuatan 2 Srikandi Menuju Pilkada Bulukumba: Penggembira atau Pembeda

Isnayani dan Andi Soraya Widyasari
Isnayani dan Andi Soraya Widyasari

Pilkada Bulukumba tahun 2020 lalu juga diikuti oleh satu figur perempuan yaitu Hj Andi Murniyati Makking.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bulukumba tahun 2024, diproyeksikan masih akan berjalan dinamis. Beberapa figur mulai membangun pondasi elektoral, termasuk 2 srikandi Bulukumba yaitu Isnayani dan Andi Soraya Widyasari.

Baik Isnayani maupun Andi Soraya Widyasari, tak asing lagi bagi publik di daerah berjuluk Bumi Panritalopi. Sebab keduanya merupakan wakil rakyat yang dimandat memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen tahun 2019-2024.

Hanya saja ada perbedaan medan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Isnayani merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulsel fraksi PKS, sedangkan Andi Soraya Widyasari adalah Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba fraksi PKB.

Baca Juga

Saat ini, kedua legislator perempuan tersebut, mengincar tiket partai politik untuk bisa masuk ring kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Bulukumba pada November 2024 mendatang.

Di pemilu legislatif 2024, PKS sukses menjadi partai pemenang di Bulukumba. PKS mengunci 7 kursi legislatif di lima daerah pemilihan (Dapil) di Bulukumba. Di dapil 1 dan dapil 3 Bulukumba, PKS meraih 2 kursi. Sisanya di dapil lain masing-masing 1 kursi.

Dengan modal 7 kursi, maka PKS hanya butuh koalisi 1 tambahan kursi saja dengan partai lain untuk bisa menggenapkan menjadi 8 kursi agar bisa mengusul pasangan calon bupati dan wakil bupati Bulukumba 2024.

PKB juga bernasib moncer di Pileg Bulukumba tahun ini. Partai besutan A Muhaimin Iskandar itu, berhasil menambah 2 kursi dari hasil Pileg 2019 lalu di Bulukumba. PKB meraih 6 kursi di lima dapil yang ada.

Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam menilai peta politik di Pilbup Bulukumba masih dinamis. Apalagi munculnya wajah-wajah baru yang mewarnai ketatnya persaingan, termasuk dua legislator perempuan.

Ia lebih dalam menganalisis potensi dan kans 2 srikandi Bulukumba tersebut. Menurutnya Isnayani dan Andi Soraya Widyasari, memiliki kans yang baik untuk bisa bertarung di Pilbup Bulukumba.

"Isnayani punya modal kursi yang signifikan. Sekalipun belum cukup, tetapi kansnya untuk maju cukup terbuka," jelas Nursandy Syam kepada wartawan, kemarin.

"Sama halnya dengan figur Andi Soraya, dengan perolehan 6 kursi PKB di Pileg 2024 yang lalu, tentu memiliki nilai tawar yang tinggi dalam membangun koalisi dengan parpol lain," sambungnya.

Di internal PKS, Isnayani tak sendirian. Beberapa kader lainnya, juga telah memasang kuda-kuda dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah (Bacakada) Bulukumba di PKS. Seperti Andi Sabri Mustari, Andi Suriadi dan Pasakai.

Sejumlah figur internal yang muncul mewarnai dinamika politik di tubuh PKS. Di sisi lain, PKS merupakan partai pengusul Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf di Pilbup Bulukumba tahun 2020 lalu. Keduanya juga telah mendaftar di PKS.

Meski begitu, legislator PKS Sulsel Isnayani telah lama bergerak di akar rumput. Bahkan balihonya sudah massif terpajang di Bulukumba.

Ia juga telah mengumpulkan ratusan relawannya di lintas desa di Bulukumba melalu konsolidasi pemenangan 'Isna Saja'. Konsolidasi juga dihadiri oleh ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid, sekretaris DPD PKS Bulukumba Lukman Abdullah, dan sejumlah caleg terpilih PKS di DPRD Kab Bulukumba.

Sekretaris DPD PKS Bulukumba Lukman Abdullah mengaku kehadirannya di konsolidasi itu, hanya sebagai tamu undangan saja. Ia bilang konsolidasi itu, murni sebagai inisiatif personal dari Isnayani.

"Jadi bukan inisiatif partai, tapi murni pribadinya Ibu Isnayani. Kami hadir sebagai tamu undangan saja," kata Lukman Abdullah saat itu.

Ia menerangkan bahwa selain Isnayani, ada beberapa kader internal yang telah mendaftar di PKS Bulukumba menuju Pilkada tahun ini.

"Siapa pun itu selama kader PKS, kita support. Kita samakan semua. Kami akan hadir kalau ada lagi kader yang bikin kegiatan seperti ini," terang Lukman.

Legislator PKB Bulukumba Andi Soraya Widyasari juga telah mendaftar di sejumlah partai politik yang membuka pendaftaran penjaringan Bacakada. Baliho Andi Soraya juga telah menyebar di sejumlah titik-titik strategis.

Meski tak sebanyak kader di tubuh PKS yang muncul, namun persaingan di internal PKB tergolong cukup sengit. Selain Andi Soraya, ada kader PKB lainnya Tomy Satria Yulianto yang mengisi ketatnya kompetisi. Tomy Satria merupakan mantan wakil bupati Bulukumba, sekaligus mantan calon bupati Bulukumba.

Tak hanya Andi Soraya dan Tomy Satria, ada empat figur lain yang telah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di DPP PKB. Keempatnya yaitu Andi Muchtar Ali Yusuf, Jamaluddin M Syamsir, Andi Mahfud Sulthan dan Kasmir Latif.

Ketua DPC PKB Bulukumba Fahidin HDK mengatakan bahwa semua bakal calon yang telah mendaftar di PKB sama-sama berpeluang untuk diusul di Pilkada mendatang. Baginya, tak ada perlakuan khusus terhadap salah satu bakal calon.

"Kami berkomunikasi dengan baik dengan semua bakal calon. Kebijakan partai memberikan ruang kepada seluruh bakal calon yang telah mendaftar untuk mengikuti UKK," katanya, beberapa waktu lalu.

"Saya dari awal menegaskan bahwa partai ini adalah partai yang terbuka. Baik kader maupun non-kader, peluangnya sama. Kita di sini tak boleh memihak. Untuk ukuran itu, kita serahkan ke DPP," tambah Fahidin.

Direktur Nurani Strategic Nurmal Idrus menyatakan bahwa amat jarang pemimpin perempuan yang muncul dari Bulukumba dalam beberapa kontestasi terakhir.

"Saya pikir Pilkada 2024 adalah momen untuk mengorbitkan pemimpin perempuan agar ada penyegaran kepemimpinan di daerah ini," katanya.

Opsi pertama, kata Nurmal Idrus, bakal calon petahana Andi Muchtar Ali Yusuf kali ini bisa mencoba figur perempuan sebagai pendampingnya. Sehingga jika terpilih kembali, bisa meninggalkan Legacy kepemimpinan di Bulukumba jika memilih cara itu.

"Pilihan pertama bagi Andi Utta menurut saya adalah mengambil kader PKS yang selama ini setia bersamanya. Ini strategis karena PKS adalah pemenang pemilu 2024 di Bulukumba yang tentu saja akan menguntungkan posisi Andi Utta karena akan tercipta sinergitas bagus dengan legislatif karena ketua DPRD akan berasal dari PKS," katanya.

Sementara itu, analis politik Bulukumba Dr Andi Muhammad Asbar, menyampaikan, dua figur perempuan yang siap bertarung di Pilkada Bulukumba, harus diapresiasi dengan baik. Sebab, ada ruang kosong yang sedang diperebutkan yaitu keterwakilan perempuan pada kontestasi Pemilu.

Menurutnya, jika melihat segregasi gender dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu tahun 2024, pemilih perempuan terdiri atas 177.443 dari 340.541 jumlah pemilih di Bulukumba.

"Keduanya, bisa merebut aspirasi pemilih dari kalangan pemilih perempuan," kata Andi Muhammad Asbar, yang juga merupakan dosen STAI Al-Gazali Bulukumba.

Asbar menyampaikan, kandidat calon bupati Bulukumba, kemungkinan akan mempertimbangkan Andi Soraya dan Isnayani sebagai alternatif pilihan sebagai calon wakil bupati dengan melihat indikator segregasi gender.

"Kehadiran calon bupati atau wakil bupati perempuan mungkin akan mempengaruhi emosi pemilih untuk meraup dukungan di Pilkada, seperti Tri Rismahati yang pernah menjabat Walikota Surabaya dan Khofifah Indarparawangsa sebagai Gubernur Jawa Timur," jelasnya.

Sekadar diketahui, Pilkada Bulukumba tahun 2020 lalu juga diikuti oleh satu figur perempuan yaitu Hj Andi Murniyati Makking. Ia merupakan calon wakil bupati dari Andi Hamzah Pangki sebagai calon bupati. Pasangan yang diusul oleh Golkar, Demokrat dan Hanura ini, finish di urutan keempat dari empat paslon.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Pilkada Bulukumba
Berikan Komentar Anda