Menkes: Saya Nda Nakut-nakuti, Vaksin tak Jamin Corona Selesai
Pemerintah telah memulai program vaksinasi Corona pekan lalu. Vaksin diyakini menjadi titik awal kebangkitan kembali ekonomi rakyat. Tapi Menkes tak menjamin vaksin mengakhiri pandemi.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak abai dengan prokes meski sudah ada vaksin. Vaksin belum terbukti mampu menghambat laju pendemi.
"Saya bukan nakut-nakuti. Tapi kan belum terbukti bahwa vaksin bisa menghambat pandemi Covid. Belum ada jaminan," ujar Menkes, Jumat (22/1/2021).
Menurut Budi, mengacu pada pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), penanganan Covid-19 itu harus dilakukan dengan empat strategi. Mulai dari testing, tracing, diagnostik dan terapistik melalui pengobatan dan vaksinasi.
Kata dia, empat itu harus dilakukan sekaligus. Karenanya vaksin tidak boleh menjadi harapan mutlak dalam menangani pandemi.
Pemerintah telah memulai program vaksinasi Corona pekan lalu. Vaksin diyakini menjadi titik awal kebangkitan kembali ekonomi rakyat.
Di Sulsel, meski APBD 2021 defisit lebih dari Rp 1 triliun, kondisi ini diyakini Gubernur Nurdin Abdullah tak akan memengaruhi proses pemulihan ekonomi. Tahun ini semua sektor penyangga diprediksi lebih bergairah.
"Dari banyak indikator terlihat bahwa kita punya prospek tahun 2021. Investasi, komoditas kita berjalan lebih bergairah," papar NA.
APBD Sulsel 2021 ditetapkan sebesar Rp 10 triliun. Sektor-sektor pembangunan seperti infrastruktur, ekonomi dan investasi sedang dalam masa transisi. Namun diharapkan segera pulih dalam satu tahun ke depan.
"2021 ekonomi kita lebih kebal karena sektor-sektor prioritas menjadi lebih terencana. UMKM kita juga harapkan bisa bangkit menopang ekonomi daerah," kata NA.
Sebelumnya NA mengakui resesi sejak Oktober lalu memberi kontraksi cukup hebat pada ekonomi daerah. Namun, iklim investasi berpeluang diperbaiki di 2021.
Menurut NA, pada beberapa sektor, Sulsel menunjukkan performa cukup apik. Terutama karena bisa mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi, di saat pertumbuhan ekonomi nasional jatuh di bawah minus 5.
"Tahun 2021 kita berharap bisa mendorong kembali investasi dan menormalkan ekspor. Karena di beberapa komoditas kita ini bagus. Pangan kita juga terjaga dengan baik," paparnya.
Kata NA yang menjadi fokus saat ini bagaimana memulihkan UMKM. Sebagai penyangga krisis, UMKM harus dibangkitkan kembali setelah mengalami keterpurukan akibat pembatasan sosial selama 2020.
2020 menjadi tahun kejatuhan ekonomi nasional. Indonesia akhirnya resmi jatuh dalam resesi pada November silam.
Pertumbuhan ekonomi ada di angka minus 3,49%. Meski ada kenaikan dibanding kuartal kedua yang berada di angka minus 5%, namun ini tak menyelamatkan RI dari jurang resesi.
