Rabu, 29 April 2026 20:44

PLN UIP Sulawesi Inisiasi Katimbang Siaga Bencana: Membangun Ketangguhan Masyarakat

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Kiri) menyerahkan penghargaan kepada General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Kiri) menyerahkan penghargaan kepada General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha.

Di Katimbang, perubahan tidak datang secara instan. Ia tumbuh dari kolaborasi, kepedulian, dan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Bagi warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, langit mendung bukan sekadar tanda hujan akan turun. Ia adalah pengingat akan siklus tahunan: banjir yang datang dua hingga tiga kali dalam setahun, membawa genangan, kekhawatiran, dan kerugian.

Air yang naik hingga setinggi pinggang orang dewasa kerap melumpuhkan aktivitas warga. Jalan terputus, usaha terganggu, dan barang-barang elektronik rusak. Dalam situasi seperti itu, keputusan untuk mengungsi pun bukan hal yang mudah.

“Dulu, mengungsi itu perjuangan batin,” kenang Ruslan, Ketua Kelompok Katimbang Siaga Bencana (KSB).

Baca Juga

Bukan hanya karena air, tetapi karena keterbatasan fasilitas. Minimnya MCK di lokasi pengungsian, terbatasnya peralatan evakuasi, serta kondisi yang kurang nyaman membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah, meski risiko semakin besar.

Titik Balik: Hadirnya Katimbang Siaga Bencana

Perubahan mulai terjadi sejak akhir tahun 2025 melalui program Katimbang Siaga Bencana yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi.

Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membangun sistem dan kesadaran. Mulai dari: Penyusunan SOP tanggap darurat, Pembentukan dan penguatan KSB, Penyediaan peralatan evakuasi seperti perahu karet dan APD, Pembangunan fasilitas MCK dan air bersih, Edukasi keselamatan ketenagalistrikan saat bencana, Program _Go to School_ bagi generasi muda, Hingga pelatihan trauma healing untuk penguatan psikososial masyarakat.

PLN juga mendorong upaya mitigasi berbasis lingkungan melalui pembersihan drainase secara berkala dan penanaman 400 pohon di sepanjang ±350 meter area rawan, guna meningkatkan daya serap air dan mengurangi limpasan banjir.

General Manager PLN UIP Sulawesi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Harapannya, Katimbang dapat menjadi contoh komunitas yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.

Perubahan Nyata di Lapangan

Dampak program mulai terasa saat banjir kembali terjadi pada Januari dan Februari 2026.

Kini, warga tidak lagi menunggu air masuk ke rumah. Mereka bergerak lebih cepat, lebih terorganisir, dan lebih tenang. Dengan adanya SOP yang jelas serta dukungan peralatan, tim KSB mampu melakukan pemantauan, evakuasi, hingga distribusi bantuan secara lebih efektif.

Perubahan terbesar bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada perilaku masyarakat. Dari yang sebelumnya bertahan, kini menjadi siaga. Dari yang panik, kini lebih tenang dan terkoordinasi.

Pengakuan dan Harapan ke Depan

Upaya kolaboratif antara PLN, pemerintah, dan masyarakat ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Makassar melalui penghargaan yang diberikan pada April 2026, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Kini, meski banjir masih menjadi ancaman, warga Katimbang tidak lagi sepenuhnya diliputi kekhawatiran. Mereka telah memiliki bekal, baik secara sarana maupun mental, untuk menghadapinya.

Bagi Ruslan dan tim KSB, perjalanan ini belum selesai. “Ke depan, kami berharap ada dukungan tambahan seperti gudang penyimpanan dan sekretariat agar peralatan tetap terjaga dan kami bisa terus bergerak membantu masyarakat,” ujarnya.

Di Katimbang, perubahan tidak datang secara instan. Ia tumbuh dari kolaborasi, kepedulian, dan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari sebuah wilayah yang dulu hanya bertahan menghadapi banjir, kini Katimbang perlahan bertransformasi menjadi komunitas yang siaga, tangguh, dan siap menghadapi masa depan. (*)

Editor : Muh. Syakir
#PLN UIP Sulawesi
Berikan Komentar Anda