Sabtu, 10 Agustus 2024 09:03

Pelajari Skema Insentif RT-RW, Pj Wali Kota Palembang Studi Tiru di Makassar

Studi Tiru Pj Wali Kota Palembang di Balai Kota Makassar. (Foto:IST)
Studi Tiru Pj Wali Kota Palembang di Balai Kota Makassar. (Foto:IST)

Firman Pagarra terlebih dahulu memperkenalkan profil Kota Makassar yang mencakup 100 inovasi dan pencapaian penting.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra menerima kunjungan Pj Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta di Balai Kota Makassar. Kunjungan ini untuk mempelajari tata kelola kelembagaan dan skema insentif RT dan RW di Kota Makassar.

“Selamat datang Pak Wali. Sebelum kita bahas lebih jauh, izinkan kami menampilkan profil Kota Makassar, termasuk inovasi dan program strategis yang kami miliki, yang salah satunya telah berdampak pada peningkatan insentif RT dan RW,” ujar Firman Pagarra saat menerima kunjungan studi tiru Pj Wali Kota Palembang, Jumat (09/08/2024).

Sebelum menjelaskan tentang skema insentif RT dan RW, Firman Pagarra terlebih dahulu memperkenalkan profil Kota Makassar, yang mencakup 100 inovasi dan pencapaian penting. 

Baca Juga

Beberapa inovasi yang dipaparkan termasuk Makassar Sombere Smart City, Makaverse, Makassar Recover, Lorong Wisata, Home Care, Layanan 112, dan Jagai Anakta.

Dalam paparannya Firman Pagarra menjelaskan bahwa skema insentif RTdan RW di Makassar melibatkan sembilan indikator yang harus dipenuhi sesuai Perwali No. 3 Tahun 2024. Indikator tersebut mencakup lorong wisata, bank sampah, retribusi sampah, PBB, Sombere and Smart City, Buku Administrasi RT dan RW, deteksi dini kerawanan sosial, data penduduk non permanen, dan deteksi dini kerawanan bencana di lingkup RT dan RW.

“Sebanyak 5.974 RT dan 996 RW harus memenuhi sembilan indikator ini. Jika berhasil, insentif sebesar Rp1,2 juta akan dibayarkan. Penilaian dilakukan oleh lurah dan camat yang memantau langsung di lapangan. RT dan RW ini sangat berperan dalam membantu kinerja Pemkot Makassar,” jelas Firman Pagarra.

Firman Pagarra juga menambahkan bahwa Pemkot Makassar telah membentuk Dewan Lorong yang beranggotakan sekitar enam ribu orang, yang bertugas memonitoring lorong-lorong di kota ini. 

“Dewan Lorong adalah garda terdepan dalam pelayanan publik Kota Makassar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan bahwa insentif RTdan RW bisa ditingkatkan menjadi Rp 2 juta per bulan jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar mencapai Rp2 triliun. 

“Sembilan indikator kinerja RT dan RW ini secara signifikan akan berdampak pada PAD Kota Makassar. Sebagai apresiasi Pemkot Makassar akan menaikkan insentif RT dan RW menjadi Rp2 juta per bulan jika PAD Kota Makassar tembus Rp2 triliun,” ungkapnya.

Pj Wali Kota Palembang, Abdulrauf memuji gebrakan Kota Makassar dalam inovasi dan program tata kelola kelembagaan. 

“Kota Makassar ini sangat keren, kami harus banyak belajar dari kota ini. Saya berasal dari latar belakang inspektorat dan sangat kagum dengan inovasi serta program yang dicetuskan, sehingga tidak ada celah dan sangat transparan,” tuturnya.

Abdulrauf juga sangat tertarik dengan skema insentif RT dan RW Kota Makassar. 

“Kami hadir di sini untuk belajar kelembagaan aparatur. Saat ini kami juga memberikan insentif kepada RT RW, namun hanya sebesar Rp 600 ribu per bulan. Rencananya, tahun depan akan dinaikkan menjadi Rp 1 juta per bulan. Oleh karena itu, kami datang ke sini untuk belajar karena kami melihat Kota Makassar sangat fokus pada hal ini,” ungkapnya.

Keseriusan Abdulrauf untuk studi tiru terlihat dari diskusi yang berlangsung hingga dua jam. Ia berharap pertemuan ini akan menghasilkan output yang berdampak positif.

“Kita di sini sama-sama berbagi dan belajar. Ilmu yang saya dapat hari ini akan saya pelajari dan terapkan di Palembang, demi kemajuan kota. Terima kasih atas sambutan hangatnya, Pak Sekda,” tandasnya.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Redaksi
#Pemkot Makassar #Pj sekda makassar firman pagarra #Pj Wali Kota Palembang #Studi Tiru
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer