MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto meminang Prof Yusran Jusuf untuk menjadi Tim Transisi penilai kinerja para pejabat di lingkup Pemkot Makassar.
Yusran dulunya pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar. Akan tetapi, kariernya itu tidak berlangsung lama. Dia dicopot dari jabatannya oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Menurut Danny Pomanto, Yusran memiliki kapasitas untuk menilai sistem pelayanan di lingkup Pemkot Makassar.
Tim transisi itu juga akan melibatkan Pakar Hukum Tata Negara, Aminuddin Ilmar.
"Saya melihat beliau mumpuni dan punya kapasitas. Track record-nya juga beliau bagus," ungkap Danny Pomanto, Senin (25/01/2021).
Diketahui, Danny Pomanto memang mulai membahas dan menyusun program percepatan pembenahan Kota berjuluk Anging Mammiri ini. Termasuk pembentukan Tim Transisi tersebut.
Selain itu, Danny Pomanto pun menyusun program penanganan Covid-19. Yang menurutnya, dibutuhkan skenario untuk mengintervensi penularan virus.
"Saya ingin memastikan bahwa pelayanan masyakarat di Kota Makassar berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel," tutur pasangan Fatmawati Rusdi ini.
Di awal menjabat nantinya, dia juga akan menata ulang tata kelola pemerintahan dan pengembalian konsep smart city yang merupakan program solutif untuk mengurai permasalahan kota.
Konsep smart city ini kata dia, bahkan telah diakui oleh publik. Baik secara nasional mau pun internasional.
Hal itu terbukti dalam Smart City Index tahun 2019 yang dikeluarkan The IMD World Competitiveness Center Smart Ciy Observstory, Kota Makassar berada di peringkat 80. Sementara Jakarta diposisi 81 dari 102 negara.
"Sombere adalah kearifan kota Makassar yang berarti hospitality, keramahan yang menjadi karakter Makassar," tutup Danny Pomanto.
BERITA TERKAIT
-
Nurdin Abdullah ke Uji Usai Dilantik jadi Bupati Bantaeng: Selamat, Anakku!
-
Sosok Alwi Hamu di Mata Danny Pomanto: Pekerja Ulet-Penjaga Marwah Pers
-
Pengamat: Gugatan DIA dan INIMI ke MK Hanya untuk Menutupi Kehancuran Elektoralnya
-
Danny: 17 Lurah dan Sekcam tak Netral di Pilkada Berpeluang Dipecat sebagai ASN
-
Pesan Danny-Sudirman Usai Pilgub: Tetap Damai, tak Boleh Ada Gesekan