Pemkab Malra Gelar Vaksinasi Covid-19 Perdana, Ini Pesan Bupati!
Bupati Malra menjelaskan, skenario vaksinasi ini merupakan pilihan paling rasional sebab bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian.
MALRA, PEDOMANMEDIA - Pemkab Maluku Tenggara hari ini resmi melaksanakan pencanangan Vaksinasi Covid-19 tahap pertama, Jumat, (29/1/2021). Pencanangan Vaksinasi perdana ini dikhususkan bagi 10 Pejabat Publik dan diikuti 1.120 tenaga kesehatan.
"Hari ini, kita akan memulai program vaksinasi di Kabupaten Maluku Tenggara sebagai salah satu langkah strategis penanganan Covid-19. Untuk tahap pertama ini, vaksin Covid-19 akan djberikan kepada para tenaga kesehatan sebab merekalah kelompok yang paling rentan. Setelah itu, akan dilanjutkan pada pekerja publik lainnya dan masyarakat secara luas," kata Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun, Jum'at (29/1/2021).
Ia menjelaskan, skenario vaksinasi ini merupakan pilihan paling rasional sebab bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan komunal (herd immunity) serta melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.
"Saya minta agar Satgas Penanganan Covid-19 terus lakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang vaksinasi. Gunakan semua sumberdaya dan instrument yang dimiliki untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi," kata Thaher.
Kata dia, tenaga-tenaga kesehatan yang ada di tingkat puskemas, puskesmas pembantu (Pustu), Poskesdes atau penyuluh-penyuluh kesehatan yang tersedia agar dikerahkan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif. Intinya, vaksin ini aman digunakan serta mampu merangsang pembentukan antibodi atau sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi virus Sars-Cov-2.
"Vaksin yang akan digunakan ini juga telah mendapat sertifikasi halal dan suci dari Majelis Ulama Indonesia. Karena itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Tenggara agar tidak percaya terhadap berita-berita bohong (hoax) tersebut," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengarahkan masyarakat untuk proaktif berkoordinasi dengan tenaga kesehatan agar tidak terjadi simpang siur tentang pemberitaan seputaran pencanangan Vaksin di Bumi yang berjuluk "Larvul Ngabal" tersebut.
"Jika ada hal-hal yang masih belum jelas atau belum dipahami, konsultasikan dengan tenaga medis baik dokter, bidan, perawat atau tenaga kesehatan lainnya yang berkompeten untuk menjelaskan," tandasnya.
Penulis: Daniel
