Soal Kisruh Tambang di Tator, Kalem Balla Diduga Keluarkan Izin Sembunyi-sembunyi
Eksplorasi tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tana Toraja. Di mana Kecamatan Bittuang ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor, pusat gempa bumi, dan kawasan lindung geologi.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Tokoh pemuda di Tana Toraja menduga Kepala Lembang (Kalem) Balla telah mengeluarkan izin eksplorasi tambang sembunyi-sembunyi. Ia dituding berkomplot untuk memuluskan aktivitas tambang di daerah itu.
"Kami sampaikan kepada Kepala Lembang Balla untuk terbuka terhadap masyarakatnya tentang eksplorasi tersebut. Jangan ada yang ditutup-tutupi dan mendukung eksplorasi tersebut kemudian mengabaikan aspirasi masyarakatnya," ungkap Resky, pemuda Lembang Lalla.
Eksplorasi pembangkit listrik panas bumi di Lembang Balla, Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja, mendapat penolakan dari warga sekitar bersama sekolompok mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Toraja Tolak Tambang. Dalam pertemuan beberapa waktu lalu mahasiswa dan pemuda sudah menyuarakan penolakan.
Mereka menilai, eksplorasi panas bumi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM cacat prosedural. Tidak ada sosialisasi kepada masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Lembang Balla.
Resky juga mengatakan, tidak adanya keterbukaan antar pemerintah dan warga setempat. Bahkan tim eksplorasi dari Kementerian ESDM memaksa masuk untuk melakukan eksplorasi dengan pendekatan kekuasaan.
"Kami meminta kepada pemerintah untuk jangan memaksakan melakukan eksplorasi dan jangan pernah melanjutkan rencana pengelolaan panas bumi ketika warga sekitar menolak. Karena masyarakat adat sekitar sebagai pemilik sah atas wilayah tersebut," ungkap Taufik, perwakilan dari FORMAT.
Kata Taufik, pembangkit listrik panas bumi yang direncanakan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Tana Toraja. Dalam RTRW Tana Toraja, Kecamatan Bittuang ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor, pusat gempa bumi, dan kawasan lindung geologi.
Jadi ketika pembangkit listrik panas bumi tersebut dilanjutkan akan memberikan dampak negatif yang sangat serius terhadap keberlangsungan ekosistem terhadap ekologi, sosial budaya dan perekonomian warga setempat.
Di sisi lain para pemrotes juga mengkritik Kepala Lembang Balla yang sembunyi-sembunyi memberikan izin eksplorasi.
