Kasatpol PP Sebut tak Ada THM di Tator yang Berizin: Semua akan Ditindak
Ironisnya banyak THM yang kedapatan mempekerjakan anak di bawah umur.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tana Toraja Anton Toding menegaskan, semua tempat hiburan malam (THM) di Tana Toraja tak mengantongi izin. Pihaknya akan melakukan penertiban dalam waktu dekat.
"Iya, sampai sekarang tidak satupun THM yang punya izin. Kita akan bekerja sesuai aturan yang ada. Yang tidak taat aturan kita tindak," kata Anton kepada PEDOMANMEDIA, Minggu (9/2/2025).
Sementara itu Sekertaris Ketua Tim Penggerak PPK Tana Toraja Erni Yetti mengaku mendapti beberapa rumah makan di Tana Toraja berubah peruntukan. Mereka mengajukan izin restoran, namun dalam operasionalnya justru menjadi THM.
"Sekarang banyak terjadi khususnya di wilalay Kecamatan Makale dan Mengkendek. Di dalam surat izin yang mereka urus yaitu warung makan namun setelah kami cek ternyata tempat tersebut bukan warung makan tapi THM," kata Erni Yetti.
Di Tana Toraja tempat hiburan malam sudah mulai merajalela. Beberapa di antaranya adalah kios dan kafe yang kemudian disulap menjadi THM.
Ironisnya banyak THM yang kedapatan mempekerjakan anak di bawah umur. Jam operasional THM juga banyak diadukan warga karena beroperasi hingga subuh hari.
17 Organisasi Perempuan di Tator Tolak THM
Sebelumnya, sebanyak 17 organisasi perempuan di Kabupaten Tana Toraja menolak kehadiran tempat hiburan malam (THM) di daerah itu. Mereka memandang THM adalah penghancur moral generasi di Tator.
Aksi penolakan ini disampaikan komunitas emak-emak di Kecamatan Mengkendek saat kegiatan musrembang, kemarin. Turut dalam aksi ini Wakil Ketua PPK Tana Toraja Erni Yetti.
"Shalom selamat pagi, kiranya kita semua sehat, mari kita bersama-sama menolak adanya hiburan malam/ karaoke. Menyampaikan kepada seluruh masyarakat Tana Toraja, karena sangat merusak tatanan moral, sudah ditemukan 4 penyakit HIV/AIDS dan 1 narkoba. Dapat merusak masyarakat Tana Toraja. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Semangaat, Tuhan memberkati kita semua," kata Erni Yetti, yang juga istri Bupati Tana Toraja terpilih, Sabtu (8/2/2025).
Erni menjelaskan bahwa dalam aksi tersebut melibatkan 17 organisasi WRI di Kabupaten Tana Toraja. Keterlibatan 17 organisasi perempuan ini sebagai wujud keprihatinan atas kondisi yang ada.
"Ini inisiatif dari 17 Organisasi Wanita dari WKRI. Tidak usah sebut nama, inisiatif kami semua 17 organisasi wanita yang ada Tana Toraja," terang Erni.
