Muh. Syakir : Senin, 24 Maret 2025 17:51

BONE, PEDOMANMEDIA - Petani jagung kuning di Kabupaten Bone Sulsel mengeluhkan harga jagung turun di kisaran Rp3000 per kilogram. Ironisnya, kondisi ini justru terjadi saat musim panen.

"Harganya (jagung) turun, saat ini berkisar Rp3000 an per kg. Kita bisa merugi kalau begini terus," ungkap salah satu petani di Desa Tea Musu Bone kepada PEDOMANMEDIA, baru-baru ini.

Informasi dihimpun dari para petani menyebutkan, harga jagung di kisaran Rp3000 per kg, meskipun belum rugi tapi sudah mendekati ambang kerugian. Apalagi jika penurunan harga ini terus berlanjut, petani terancam mengalami kerugian besar.

Petani juga menyebut sebelum lmusim panen, harga jagung sempat dikabarkan mengalami kenaikan di harga Rp4000an per kg, hingga musim panen tiba, harga jagung justru sebaliknya mengalami penurunan drastis.

Penyebab penurunan harga jagung juga belum diketahui secara pasti. Petani menyebut, pola penurunan harga kerab diiringi oleh isu panen muda, gudang di Makassar tutup hingga kualitas atau kadar air jagung itu sendiri.

Pemerintah diharap segera turun tangan menstabilkan harga jagung sejalan dengan HPP, agar petani tidak mengalami kerugian. Petani juga berharap pemerintah dapat mengurai pola penurunan harga jagung agar petani dapat kejelasan harga.

Melansir di Badanpangangoid menyebutkan, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung sebesar Rp 5.500 per kg. HPP jagung ini menjadi landasan bagi Perum Bulog dalam rangka menyerap jagung dalam negeri untuk memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Implementasi HPP ini juga demi menjaga stabilitas harga dan mendukung kesejahteraan petani. Tentunya kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional. 

Penetapan harga ini untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang merugikan serta memastikan harga jagung tetap kompetitif bagi industri hilir. Dengan HPP sebesar Rp5.500 per kg, diharap keseimbangan antara produsen dan konsumen tetap terjaga.