Senin, 30 Juni 2025 10:13

UJUNG PENA: Jangan Diamkan Kezaliman

Aswar Hasan
Aswar Hasan

Oleh karena itu, menolak, melawan, dan menyuarakan perlawanan terhadap kezaliman adalah tanggung jawab moral dan agama bagi setiap insan yang beriman dan berakal sehat.

Oleh Aswar Hasan

The world will not be destroyed by those who do evil, but by those who watch them without doing anything” (Albert Einstein).

Artinya; “Dunia tidak akan dihancurkan oleh orang-orang jahat, tetapi oleh mereka yang menyaksikan kejahatan dan tidak melakukan apa-apa.”

Baca Juga

Einstein menekankan bahwa kejahatan bisa berkembang bukan karena kekuatan pelakunya, tetapi karena pembiaran oleh orang-orang baik. Kata-kata ini memperingatkan kita bahwa mendiamkan kezaliman politik akan menyebabkan kekuasaan itu dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehigga jatuh ke tangan tiran.

Bahwa kejahatan hanya bisa ditangkal dengan keberanian untuk bersuara dan bertindak demi kebenaran itu sendiri.

Kezaliman adalah bentuk nyata dari ketidakadilan dan penindasan. Jika dibiarkan, kezaliman tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga merusak tatanan moral dan sosial masyarakat secara luas. Diam terhadap kezaliman berarti memberikan ruang bagi kejahatan untuk tumbuh dan menjadi kebiasaan. Kejahatan yang tidak dilawan akan dianggap normal, dan pelaku merasa mendapat pembenaran.

Islam sangat tegas dalam hal ini. Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa diam bukanlah pilihan ideal dalam menghadapi kemungkaran.

Selain itu, kezaliman yang dibiarkan bisa menjadi azab kolektif. Dalam Al-Qur’an (QS. Al-Anfal: 25), Allah memperingatkan bahwa siksa bisa menimpa seluruh masyarakat, bukan hanya pelaku dosa, jika mereka membiarkan kezaliman.

Oleh karena itu, menolak, melawan, dan menyuarakan perlawanan terhadap kezaliman adalah tanggung jawab moral dan agama bagi setiap insan yang beriman dan berakal sehat.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak kejahatan besar dunia terjadi bukan karena para pelaku zalim terlalu kuat, tetapi karena mereka dibiarkan. Rakyat diam. Para cendekia diam. Para pemuka agama juga diam. Saat itu terjadi, kezaliman tumbuh subur tanpa perlawanan. Maka benar apa yang dikatakan Desmond Tutu, tokoh perjuangan anti-apartheid Afrika Selatan: “If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor.” (“Jika kamu netral dalam situasi ketidakadilan, maka kamu telah memilih berpihak kepada penindas.”)

Kata Sayyidina Ali; "Kezaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik.

Permasalahannya sekarang, apakah kita akan mendiamkan kezaliman itu dengan dalih netral sehingga kezaliman itu tetap merajalela? Saya khawatir jangan- jangan kita telah menjadi setan bisu. Sebab kata ulama, hanya setan yang mendiamkan kezaliman itu merajalela. Wallahu a’lam bisawwabe.

Editor : Muh. Syakir
#Ujung pena #Aswar Hasan
Berikan Komentar Anda