Sabtu, 26 Juli 2025 20:52

Jokowi: Polemik Ijazah Saya itu Politik, Makanya Dibikin Panjang

Jokowi menghadiri reuni Fakultas Kehutanan UGM.
Jokowi menghadiri reuni Fakultas Kehutanan UGM.

Jokowi menyebut tak hanya ijazah kampusnya yang dijadikan polemik, tetapi juga skripsi hingga kewajiban KKN-nya.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini ijazah miliknya yang jadi polemik panjang adalah skenario politik. Jokowi mengajak semua pihak untuk melihat ujung dari proses hukum yang ada.

"Sebenarnya semua orang sudah tahu itu asli. Tapi karena ada kepentingan politik, akhirnya ini dibikin panjang. Ya, kita lihatlah proses hukum di ujungnya seperti apa," ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada acara reuni di Fakultas Kehutanan UGM, Sleman, DIY, dilansir detikJogja, Sabtu (26/7/2025).

Menurut Jokowi, ia sengaja hadir di acara ini untuk bernostalgia. Bukan untuk mengklarifikasi keaslian ijazahnya.

Baca Juga

"Tadi Pak Arif menyampaikan soal nostalgia, saya lihat senang semuanya. Eh jangan senang dulu lho. Karena ijazah saya masih diragukan. Hati-hati, nanti keputusan di pengadilan. Begitu keputusannya asli, bapak ibu boleh senang. Tapi begitu tidak, yang 88 juga semuanya palsu. Saya kadang geleng-geleng juga kita ini aduh, kok pada nggak masuk logika tapi ya kejadiannya, peristiwanya seperti yang kita lihat," kata Jokowi.

Jokowi kemudian mencolek salah satu kawannya, Jambrung, yang sempat tak lulus berkali-kali di salah satu bidang studi. Dia berkelakar seharusnya Jambrung-lah yang patut dicurigai ijazah kelulusannya.

"Kita itu kuliah sulit-sulit, nggak tapi kalau saya lulus semua, lulus terus, lulus terus. Beda kalau teman baik saya Jambrong. Tadi ada nggak. Nah kalau Pak Jambrung Sasono seinget saya dulu matematika sampai 4 kali," kata Jokowi.

"Nah kalau yang diragukan Pak Jambrung itu boleh, matematikanya mengulang terus. Saya tuh nggak pernah mengulang. Padahal beliau ini pinter banget saya nggak tahu kok matematikanya sampai 8 kali," tambah Jokowi.

Jokowi menyebut tak hanya ijazah kampusnya yang dijadikan polemik, tetapi juga skripsi hingga kewajiban KKN-nya. Padahal, kata dia, kewajiban KKN-nya itu telah dijalaninya pada 40 tahun silam.

"Begitu ijazahnya sulit dicari-cari salahnya, belok ke skripsi, skripsinya juga palsu. Skripsi itu dosen pembimbing skripsi saya itu Prof Dr Ir Achmad Soemitro, kemudian waktu itu diuji oleh Ir P Burhanudin dan Pak Sofyan Warsito, Ir Sofyan Warsoto, diuji ada pengujinya. Diragukan lagi,"

"Skripsi diragukan ganti lagi ke KKN. Ini dari ijazah lari ke skripsi, lari ke KKN. KKN-nya didatengi ke desanya. Wong kita juga KKN tapi ya kalau suruh nginget-inget kan sudah 40 tahun, 40-45 tahun yang lalu. Kita masuk 45 tahun yang lalu, lulus, kalau saya 85," kata dia.

 

Editor : Muh. Syakir
#Ijazah palsu jokowi #Joko Widodo #Jokowi
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer