TORUT, PEDOMANMEDIA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara melanjutkan penanganan titik langsor di Lembang Salu Sarre, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara. BPBD menggelontorkan Rp1,8 miliar untuk proyek ini.
Longsor di Lembang Salu Sarre terjadi pada 2023. BPBD sempat melakukan perbaikan namun terhenti karena terkendala anggaran.
Saat ini, penanganan longsor tersebut telah dilanjutkan dengan dukungan dana sebesar Rp1.898.329.000. Pekerjaan ini dipercayakan kepada kontraktor Ikha Utama dari Kota Palopo dan diperkirakan akan memakan waktu 150 hari, dimulai sejak 7 Juli 2025.
Kepala BPBD Toraja Utara, Alexsander Limbong Tiku, meminta masyarakat untuk mendukung program pembangunan pemerintah dan berpartisipasi dalam pengawasan proses pengerjaan terkait penanganan longsor di Lembang Salu Sarre.
Permintaan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.
"Penanganan longsor di lembang Salu sarre kembali dikerjakan dengan mendapatkan dukungan dana sebesar Rp1.898. 329. 000,-. Kegiatan ini merupakan proyek luncuran dari tahun 2024 sebab anggarannya baru saja turun pada desember 2024 lalu, sehingga pekerjaan dilakukan di tahun 2025," kata Alexander Limbong Tiku baru-baru ini.
Alexander meminta masyarakat untuk mendukung program pembangunan pemerintah dan berpartisipasi dalam pengawasan proses pekerjaan penanganan longsor di Lembang Salu Sarre.
"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan proyek dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanggulangan bencana," ujarnya.
BERITA TERKAIT
-
Warga Soroti Program Bedah Rumah dan Sanitasi di Toraja Utara: Tak Tepat Sasaran
-
IMB-Amdal Lalin Bermasalah, Pemkab Torut Segel Sejahtera Mart
-
Frederik Boyong Istri dan FKUB Torut Jalan-jalan ke Pontianak, Aktivis: Hanya Hambur Uang!
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML