Senin, 15 Februari 2021 20:43

Bupati Malra Fokus Peningkatan Perikanan, Pariwisata, dan Pertanian di Hoat Sorbay

Bupati Malra Thaher Hanubun saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Hoat Sorbay.
Bupati Malra Thaher Hanubun saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Hoat Sorbay.

Untuk membangun semua itu, tentu perlu mendapat dukungan dari masyarakat. Masalah ketersediaan lahan kadang masih menjadi penghambat.

MALRA, PEDOMANMEDIA - Bupati Maluku Tenggara (Malra) Thaher Hanubun menargetkan beberapa proyek strategis yang akan dilakukan di Kecamatan Hoat Sorbay di 2021. Mengingat sektor potensial di kecamatan ini antara lain perikanan, pariwisata dan pertanian.

Hal itu disampaikan Thaher Hanubun saat menghadiri Musrenbang RKPD 2021 di Kecamatan Hoat Sorbay, Senin (15/2/2021).

Adapun beberapa proyek strategis yang akan dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Hoat Sorbay dalam 2021 ini, antara lain penataan pelataran Kantor Camat Hoat Sorbay, rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, pembangunan Talud Pengaman Pantai, pemasangan lampu PLTS, pemasangan penerangan jalan di lokasi Rumah Ibadah, rekonstruksi/peningkatan kapasitas struktur jalan di ruas Semawi- Warwut.

Baca Juga

"Kita juga menargetkan Pembangunan Jalan Hotmix Ruas Jalan Ohoi Dian Darat, pembangunan rumah dinas guru dan pembangunan jalan usaha tani, serta beberapa paket kegiatan lainnya," ungkapnya.

Kata Thaher, Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), menyebutkan pelaksanaan musrenbang sebagai forum antar pemangku kepentingan, yang membahas

rancangan RKPD guna menyerap aspirasi masyarakat.

"Secara teknis ditegaskan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 Pasal 94, yang menyebutkan Musrenbang sebagai salah satu tahapan wajib penyusunan RKPD," sebutnya.

Adapun ditegaskan pula, bahwa Musrenbang RKPD dilaksanakan ditingkat Kabupaten/Kota dan di Kecamatan berfungsi sebagai forum untuk menentukan usulan desa yang akan diteruskan dalam pembahasan di tingkat Kabupaten.

"Hari ini Kita melaksanakan Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan. Tahapan ini sesuai alur perencanaan merupakan kelanjutan dari Musrenbang Desa yang sudah dilaksanakan," ungkapnya.

Menurutnya, forum ini harus diikuti secara serius, dan dilaksanakan secara efektif dan efisien.

"Melalui Forum ini, kebutuhan riil masyarakat di lingkup desa disampaikan, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dalam kebijakan pembangunan," tambahnya.

Dikatakan, Musrenbang tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya, musrenbang dilaksanakan secara manual, maka tahun ini akan terdokumentasi secara elektronik didalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah

atau SIPD.

Ia menjelaskan bahwa, perencanaan dan penganggaran Pemerintah daerah melalui SIPD adalah amanat Permendagri Nomor 70 Tahun 2019.

"Sesuai ketentuan permendagri dimaksud, setiap Desa menginput usulan secara mandiri ke dalam SIPD. Dengan demikian, transparansi akan semakin baik. Seluruh tahapan input sampai dengan verifikasi dapat dipantau secara langsung oleh pihak pengusul, dalam hal ini pemerintah desa," jelasnya.

Selanjutnya berbicara tentang prioritas daerah, Bupati targetkan di tahun 2022, fokus merampungkan kegiatan pembangunan, pemulihan sosial ekonomi serta peningkatan kapasitas infrastruktur.

"Fokus ini untuk menjawab ketahanan daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Termasuk Kecamatan Hoat Sorbay, sebagai kecamatan dengan potensi pengembangan yang sangat besar," tutur Bupati.

Kata dia, Kecamatan Hoat Sorbay adalah salah satu kecamatan dengan prospek pengembangan yang sangat baik.

Sehubungan dengan upaya pemulihan sosial dan ekonomi, sektor-sektor produktif di Kecamatan Hoat Sorbay harus dapat dioptimalkan untuk mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat.

"Pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya harus dikembangkan berbasis budaya lokal, yang tentu memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Begitu juga dengan sektor pertanian, dan sektor pariwisata yang sangat didukung kondisi alam yang asri dan alami," jelasnya.

Untuk semuanya itu, dijelaskan tentu perlu mendapat dukungan dari masyarakat. Masalah ketersediaan lahan kadang masih menjadi penghambat.

"Penolakan, sasi harus dihilangkan. Jika ada masalah mari duduk bersama, dibicarakan secara baik, untuk mendapatkan solusi terbaik," tandasnya.

 

Penulis: Daniel

Editor : Jusrianto
#Pemkab Malra #Musrenbang
Berikan Komentar Anda