Keluarga Tongkonan Ka'pun: Kami Rela Mati jika Eksekusi Tongkonan Dipaksakan
Jika terjadi eksekusi di tongkonan tersebut, sama halnya menginjak-nginjak martabat 'sang Tororayan', (seluruh orang toraja).
TATOR, PEDOMANMEDIA - Yunus Tandi Lebang, perwakilan keluarga Tongkonan Ka'pun, menyatakan kesiapannya untuk melakukan perlawanan dan bahkan rela mati jika rumah adat Toraja tersebut dipaksakan untuk dieksekusi. Eksekusi ini terkait dengan sengketa tanah adat antara keluarga Tongkonan Ka'pun dan pihak lain yang telah berlangsung lama.
"Kalau dipaksakan eksekusi, pernyataan dari keluarga Ka'pun mengadakan perlawanan atau pertumpahan darah di Tongkonan kami," tegas Yunus Tandi Lebang dihadapan pihak perwakilan Pengadilan Negeri Makale, baru-baru ini.
"Kami keluarga Ka'pun hampir 1.000, kami dikuburkan di situ kalau dipaksa eksekusi. Ituji titipan, mewakili keluarga," ucap Yunus.
Sementara itu, Ketua Umum Tongkonan Adat Sangtorayan, Benyamin Ranteallo menyatakan bahwa, jika terjadi eksekusi di tongkonan tersebut, sama halnya menginjak-nginjak martabat 'sang Tororayan', (seluruh orang toraja).
"Kenapa, karena Tongkonan adalah roh orang Toraja, bahkan kami nilai, Tongkonan dieksekusi sama halnya mencabut identitas suku Toraja dari bangsa ini," terang Pong Patta.
Diketahui, eksekusi Tongkonan Ka'pun di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang semula dijadwalkan pada 8 Oktober 2025, telah ditunda oleh Pengadilan Negeri Makale. Penundaan ini merupakan respons terhadap desakan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, budayawan, tokoh adat, Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja, serta anggota DPR RI dan DPRD, yang menyatakan keprihatinan atas rencana eksekusi tersebut. Terlebih, rencana eksekusi tersebut di warnai aksi unjuk rasa secara berturut-turut dari mahasiswa.
